in

6 Tips Mengelola Resiko dalam Trading Forex

tips mengelola resiko trading

Trading forex merupakan investasi yang mengandung spekulasi, sehingga penting sekali bagi seorang forex trader untuk mengetahui berbagai tips mengelola resiko.

Dalam investasi potensi imbal hasil suatu investasi selalu berbanding lurus dengan resikonya. Alternatif investasi yang agresif (punya return tinggi) sekaligus mengandung resiko yang relatif tinggi, begitupun sebaliknya. Dikutip dari Forex Indonesia, berikut ini adalah 6 tips mengelola resiko dalam trading forex:

1. Tentukan Toleransi Resiko Trading

Sebagian besar instruktur trading akan mengeluarkan angka seperti 1%, 2%, atau hingga 5% dari total nilai akun Anda yang beresiko pada setiap trade yang ditempatkan. Akan tetapi besarnya kenyamanan Anda dengan angka-angka ini sebagian besar didasarkan pada tingkat pengalaman Anda.

Misalnya, jika Anda memiliki metode trading yang menempatkan rata-rata satu trade per hari dan Anda mempertaruhkan 10% dari saldo bulanan awal Anda pada setiap trade, secara teoritis hanya diperlukan 10 kerugian trade langsung untuk sepenuhnya menguras akun Anda.

2. Sesuaikan Kontrak

Cara termudah untuk memastikan Anda mendapatkan sedekat mungkin dengan jumlah uang yang ingin Anda ambil resiko pada setiap trade adalah menyesuaikan ukuran posisi Anda. Lot standar dalam perdagangan mata uang adalah 100.000 unit mata uang, yang mewakili $ 10 / pip pada EUR/USD jika Anda memiliki dolar AS (USD) sebagai mata uang dasar Anda; satu lot mini adalah 10.000.

Baca Juga  Indikator Teknikal? Apa Saja Macamnya?

3. Tentukan Waktu

Mungkin tidak ada yang lebih membuat frustrasi dalam trading daripada melewatkan trade yang berpotensi berhasil hanya karena Anda tidak tersedia ketika ada kesempatan. Dengan forex menjadi pasar 24 jam sehari, masalah itu cukup sering muncul, terutama jika Anda trade grafik kerangka waktu yang lebih kecil.

Solusi paling logis untuk masalah itu adalah dengan membuat atau membeli trading robot otomatis, menggunakan grafik 4 Jam, 8 Jam, atau harian.

4. Hindari Kesenjangan Akhir Pekan

Seperti yang kita ketahui, pasar forex tutup pada Hari Jum’at sore. Akibatnya pada akhir pekan grafik di seluruh dunia membeku seolah-olah harga tetap.

Namun, posisi beku itu adalah kekeliruan dan tidak nyata. Harga masih bergerak ke sana kemari berdasarkan kejadian di akhir pekan itu, dan dapat bergerak secara drastis dari tempat mereka berada pada hari Jumat hingga saat mereka terlihat lagi setelah akhir pekan.

5. Tonton berita

Acara berita bisa sangat berbahaya bagi para trade yang ingin mengelola resiko mereka juga. Peristiwa berita tertentu seperti ketenagakerjaan, keputusan bank sentral, atau laporan inflasi dapat menciptakan gerakan besar yang tidak normal di pasar yang dapat menciptakan kesenjangan seperti kesenjangan akhir pekan, tetapi jauh lebih mendadak.

Baca Juga  REVIEW BROKER: IC Markets

 

Ikuti kami di Instagram dan Twitter, gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Trader di Indonesia

Laba Adira Finance Tumbuh di Tengah Pandemi

Laba Adira Finance Tumbuh di Tengah Pandemi