in

Rupiah Kian Melemah, Berikut Penyebabnya!

tips Menghindari Kehancuran dalam Masa Resesi Ekonomi
awal pekan nilai tukar rupiah melemah

Pertumbuhan perekonomian Indonesia akhir-akhir ini mengalami penurunan. Mata uang Indonesia, rupiah, kian melemah dan tertekan oleh dolar Amerika. Hal ini berimbas pada harga setiap kebutuhan yang naik namun tak berimbang dengan gaji yang masuk dari pemerintah. Lantas, apa saja faktor penyebab yang membuat rupiah melemah? Dikutip dari Koinworks, berikut 4 faktor utamanya.

Baca juga: Deretan 15 BUMN Dengan Laba Terbesar, Siapakah Yang Menduduki Posisi Pertama?

1. Perekonomian di Amerika semakin menguat

Faktor urama penyebab melemahnya rupiah adalah peningkatan perekonomian dolar AS.

Perekonomian di AS sempaty mengalami kemunduran pada tahun 2008, kemudian untuk mengatasi hal tersebut dibuatlah bank sentral di AS di tahun yaitu The Fred.

The Fred memiliki sebuah sistem tappering off atau adanya pengurangan quantitative easing yang sering disebut sebagai stimulus ekonomi. Rencana inipun dilakukan pada tahun 2013 yang pada akhirnya berhasil menguatkan dolar Amerika di kancah global.

Dampak ini berbanding terbalik dengan Indonesia yang mana sebagai negara berkembang. Dikarenakan Indonesia mudah sekali terdepresiasi akibat pengaruh mata uang asing yang terus menekannya. Adanya ketidakstabilan dalam perekonomian maupun krisis finansial akan sangat melemahkan mata uang rupiah.

Baca Juga  Reaksi HIMBARA Akan Kebijakan Restrukturisasi Kredit

2. Komoditas ekspor di Indonesia harganya anjlok

Permintaan ekspor barang yang menurun tentu akan sangat mempengaruhi perekonomian Indonesia sehingga neraca perdagangan akan merosot.

Bisa dikatakan jika ekspor menurun, maka rupiah pun melemah. Hal yang seharusnya terjadi adalah bila pemerintah ingin agar rupiah membaik, maka permintaan ekspor harus bertambah.

Baca juga: Pekerjaan Di Rumah Dengan Gaji Fantastis

3. Impor barang yang melonjak tinggi

Rupanya saat ekspor menurun, permintaan impor barang-barang luar negeri justru semakin meningkat. ini merupakan kesalahan dari masyarakat sendiri yang lebih memuja-muja barang buatan luar negeri dibandingkan dengan buatan dalam negeri.

Apabila permintaan impor terus meningkat, maka kondisi perekonomian pun akan melemah karena nilai tukar rupiah yang kian melemah. Dan pada akhirnya, pemerintah juga yang disalahkan, kenyataannya masyarakat juga tetap mengonsumsi barang buatan luar negeri.

Bahkan menurut penelitian, konsumsi inpor barang buatan luar negeri semakin meningkat selama enam tahun belakangan ini dan membuat neraca keuangan dalam negeri terus tertekan.

Baca Juga  Hendak Investasi Emas? Begini Cara Membedakan Emas Asli atau Palsu

4. Faktor eksternal

Adapaun faktor eksternal yang mempengaruhi nilai rupiah kian melemah yaitu depresiasi mata uang Yuan di Tiongkok, kenaikan suku bunga di Amerika dan krisis finansial di Yunani.

Jika kondisi ini terus berlangsung, maka pintar-pintar lah dalam memilih instrumen investasi agar finansial tidak terpengaruh oleh kondisi perekonomian yang labil.

Baca juga: 6 Orang Introvert Yang Punya Kekayaan Triliunan

Tinggalkan Balasan

Nadiem Makarim pendiri GoJek

Masuk dalam Kabinet Kerja Jilid 2, Inilah Profil Nadiem Makarim si Pendiri GoJek

tips agar Keuangan selalu stabil

10 Rekomendasi Kebiasaan Sederhana yang Bisa Membuat Keuangan Anda Stabil (Part 1)