in

Demo Hong Kong Semakin Ricuh! Investor Tinggalkan Bursa Saham Asia

saham asia

Hong Kong kembali membara diserang oleh pendemo. Bursa saham utama kawasan Asia ikut mengalami keterpurukan, investor mulai melakukan aksi jual pada perdagangan pada Selasa (13/8) kemarin.

Seluruh bursa saham kawasan Asia kompak untuk mengakhiri perdagangan hingga berada di zona merah pada Selasa (13/8) kemarin . Indeks Nikkei terperosok 1,11%, indeks Shanghai ambruk 0,63%, indeks Hang Seng jatuh 2,1%, indeks Straits Times anjlok 0,7%, dan indeks Kospi juga turun 0,85%.

Baca juga: Jabatan Direktur Pemasaran Sudah Tidak Penting? Kok Dihapus?

Bagaimana situasi Hong Kong saat ini?

Kondisi di Hongkong masih sangat mencekam pasca demonstrasi yang awalnya dimulai sekitar 2 bulan yang lalu. Aksi ini sukses memantik aksi jual di bursa saham Benua Kuning.

Dikutip dari CNBCIndonesia, Bandara International Hong Kong dipaksa untuk membatalkan seluruh jadwal penerbangan mulai dari sore hari pada Senin (12/8) kemarin. Hal ini dilakukan karena banyaknya massa yang menyemut untuk melakukan aksi protes di sana. Hal tersebut menandai gangguan terbesar bagi perekonomian Hong Kong.

Baca Juga  Cara Mulai Bitcoin yang Pemula Harus Tahu

“Operasional bandara di Bandara Internasional Hong Kong telah terganggu secara serius sebagai hasil dari demonstrasi pada hari ini,” tulis otoritas bandara Hong Kong dalam pernyataan resminya.

Akankah ada aksi demo lagi?

Ada rumor yang beredar bahwa The Civil Rights Front selaku kelompok yang sudah mengorganisisr beberapa aksi demonstrasi besar-besaran di Hong Kong akan kembali melakukan aksi demonstrasi pada Minggu (18/8) nanti.

Hal ini tentunya memunculkan kekhawatiran yang besar bahwa China akan kembali mengintervensi kekacauan yang terjadi di Hong Kong.

Baca juga: Rupiah Kian Melemah, Berikut Penyebabnya!

Apakah pemicu aksi kerusuhan di Hong Kong?

Faktanya, kericuhan ini sudah berlangsung lebih dari dua bulan. Aksi demonstrai ini dipicu oleh sebuah rancangan undang-undang (RUU) terkait ekstradisi. RUU ini diperkenalkan oleh Carrie Lam, Pemimpin eksekutif Hong Kong.

Intinya, jika RUU ini disahkan, maka akan memberikan kekuasaan kepada Hong Kong untuk menangkap dan menahan orang yang berada di sana (baik WN ataupun bukan), kemudian dikirim dan diadili di China.

Baca Juga  Dominasi BUMN Bisa Menghalangi Investasi Asing

RUU ini dipandang sangat mengancam bagi masyarakat Hong Kong dan juga kalangan internasional. Sebab, tidak ada lagi kebebasan untuk berpendapat bagi masyarakat. Dimana selama ini selalu jadi pembeda utama antara China dan Hong Kong.

Sebagai contoh sederhananya saja, bisa jadi nanti akan ada orang di Hong Kong yang ditangkap dan diadili pemerintah China. Penyebabnya yaitu postingannya di sosmed yang merendahkan pemerintahan China.

Baca juga: Deretan 15 BUMN Dengan Laba Terbesar, Siapakah Yang Menduduki Posisi Pertama?

Tinggalkan Balasan

Ellen May forex trader

Ellen May, Forex Trader Wanita Sukses asli Indonesia

pekerjaan sambilan

Bisnis Makanan Anda Gagal? Simak Penyebabnya Berikut