in

Isu DMO Batu Baru Dicabut dari BEI Dibantah Oleh ESDM

4 perusahaan tambang batubara di Indonesia dari film sexy killers

Kabar domestic market obligasi (DMO) dicabut pagi ini sudah membuat market heboh. Viralnya berita ini mengakibatkan saham-saham emiten batu bara beterbangan seketika.

Kabar tersebut berawal dari sebuah berita yang tidak jelas sumbernya darimana. Disamping itu, isunya pemerintah akan mencabut DMO batu bara sebesar 25% hingga akhir 2019. Pencabutan ini dilakukan untuk menggenjot ekspor dan menyelamatkan devisa negara, tulis kabar tersebut.

Baca juga: Demo Hong Kong Semakin Ricuh! Investor Tinggalkan Bursa Saham Asia

Lantas, seperti apakah faktanya?

Tersebarnya isu yang tidak jelas sumbernya tersebut membuat Kementerian Energi dan Suber Daya Mineral (ESDM) pun angkat suara. (ESDM) memastikan bahwa kabar tersebut hanya hoaks belaka. “Tidak betul itu,” kata Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Bambang Gatot dalam pesan singkatnya kepada CNBCIndonesia pada Jumat (16/8).

Namun, Bambang juga menambahkan bahwa pihaknya tetap akan memantau dan melihat bagaimana perkembangannya ke depan. Seperti dinamika harga, dan kebutuhan nasional batu bara. Baru nanti akan diputuskan apakah setelah 2019 harga DMO batubara ini akan dilanjutkan atau tidak.

Baca Juga  Awas! Menaker Beri Warning Perusahaan yang THR-nya Bermasalah

“(Harga DMO) sampai akhir 2019 kan ini. Nanti kami putuskan setelah 2019 bagaimana setelelah kami lihat perkembangannya. Dinamika harga batu bara, kebutuhan nasional batu bara,” ujar Bambang beberapa waktu lalu.

Baca juga: Suntik Pahala Idul Adha dengan Reksa Dana Syariah

Tidak hanya bambang, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia juga menyangkal kabar burung tersebut. Menurutnya sampai saat ini belum ada pembahasan soal wacana pencabutan DMO atau kewajiban mengalokasikan pasokan domestik.

Secara logika, tutur Hendra, hal tersebut agak mustahil karena DMO sudah ditentukan pemerintah sejak lama. “Kalaupun ada, kemungkinannya bukan DMO tapi melainkan revisi harga DMO,” katanya. Terutama untuk harga batu bara khusus kelistrikan yang dipatok di US$ 70 per ton.

Namun, rupanya berita ini mampu membuat para pengusaha memiliki kekhawatiran tersendiri perihal pasokan batu bara yang berlimpah. “Produksi ada kekhawatiran lebih banyak, berlebih. Concern kami di harga batu bara, target produksi 489 juta ton tahun ini, data di semester awal, ada kekhawatiran realisasi produksi 2019 akan lebih besar dari target,” kata Hendra Sinadia, Direktur Eksekutif APBI, dalam talkshow di CNBC Indonesia, Kamis (15/8/) kemarin.

Baca Juga  Pentingnya Investasi Pendidikan Anak, Ini Tipsnya!

Baca juga: Jabatan Direktur Pemasaran Sudah Tidak Penting? Kok Dihapus?

Tinggalkan Balasan

Meskipun disebut olah raga yang merakyat, menonton pertandingan sepak bola pun butuh dana lumayan besar. Anda pun harus menyiapkan anggarannya terlebih dahulu secermat mungkin.

Anggaran untuk Menonton Pertandingan Sepak Bola

Pengaruh Teknologi Terhadap Perkembangan forex

Ingin Terjun ke Bisnis Forex? Inilah Persiapan yang Harus Anda Lakukan (part 2)