in

IHSG Berada di Zona Hijau Berkat RAPBN Jokowi-Sri Mulyani

tips Menghindari Kehancuran dalam Masa Resesi Ekonomi
awal pekan nilai tukar rupiah melemah

Mengawali perdagangan pertama di pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau, menguat sebesar 0,11%. Pada pukul 09:30 WIB, indeks saham acuan di Indonesia tersebut sudah memperlebar penguatannya menjadi 0,46% ke level 6.286,66.

Baca juga: Dilema Dibentuknya Kementerian Baru Ekonomi Digital dan Ekonomi Kreatif

Bagimana kabar IHSG kawasan Asia?

Rupanya kinerja IHSG ini seirama dengan seluruh bursa saham utama kawasan Asia yang sedang kompak berada di zona hijau. Dikutip dari CNBCIndonesia, indeks Nikkei menguat 0,54%, indeks Shanghai naik 0,45%, indeks hang Seng melejit 1,45%, indeks Straits Times terapresiasi 0,33%, dan indeks Kospi bertambah 0,5%.

Dibalik zona hijau dalam IHSG di benua kuning ini rupanya ada asa damai dagang AS-China yang tentunya sukses memicu aksi beli di bursa saham kawasan Asia.

Dua negara dengan nilai perekonomian terbesar di dunia bisa memadamkan api pertikaian perang dagang antar keduanya. Maka, perekonomian global pun bisa didongkrak untuk melesat lagi ke level yang lebih tinggi.

Baca Juga  Optimis Corona Mereda, Bursa Global Kembali Hijau

Baca juga: Isu DMO Batu Baru Dicabut dari BEI Dibantah Oleh ESDM

Apa kabar IHSG Indonesia?

Pemerintah masih gencar dalam mendongkrak kinerja IHSG dengan cara meracik Rancangan Anggaran Negara Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2020.

Presiden Joko Widodo menjabarkan RAPBN untuk tahun 2020 atau tahun pertama diperiode keduanya pada Jumat (16/8) kemarin. Dalam RAPBN yang disusunnya bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani ini, Jokowi menargetkan pertumbuhan ekonomi. Adapun pertumbuhan yang diharapkan di level 5,3%. Apabila rencananya ini terealisasikan, maka akan menjadi laju pertumbuhan ekonomi tertinggi sejak tahun 2013.

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, perang dagang antar dua negara besar ini sangat mempengaruhi kinerja perekonomian negara lain. Termasuk Indonesia. Perang dagang AS-China membawa perekonomian global meredup.

Pada tahun 2018, pertumbuhan ekonomi global melandai menjadi 3,598%. Tahun 2019, ekonomi global kembali diprediksi akan kembali terperosok menjadi 3,328%. Jika terealisasi, maka akan menandai laju pertumbuhan ekonomi terburuk sejak tahun 2009 kala perekonomian global justru terkontraksi sebesar 0,107% akibat krisis keuangan global.

Baca Juga  Tahapan Buka Account Forex4you

Meskipun kndisi ekonomi eksternal sedang sulit dan panas-panasnya, Jokowi tetap percaya diri dan berani memasang target tinggi. Hal tersebut sukses memantik aksi beli di bursa saham tanah air. Pada hari Jumat kala RAPBN untuk tahun 2020 dipaparkan oleh Jokowi di hadapan parlemen, IHSG membukukan apresiasi sebesar 0,46%.

Baca juga: Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Para Perintis Start Up

Tinggalkan Balasan

Deretan Sponsor Bali United Penyokong Finansial Klub (2)

Deretan Sponsor Bali United Penyokong Finansial Klub (2)

pendidikan keuangan anak

Tips Cerdas Khusus Anda Para Working Moms