in

Sudah Adakah Pertanda Resesi Ekonomi 2020?

target keberhasilan trader

Resesi Ekonomi sudah pernah menerjang Indonesia, terakhir kali  pada tahun 2008. Akhir-akhir ini, banyak sekali kekhawatiran yang muncul akan terjadinya resesi ekonomi tahun 2020. Kira-kira indikator apa saja yang biasanya dijadikan pertanda apakah resesi ekonomi benar-benar terjadi?

Baca juga: 3 Saham yang Berpengaruh Dengan Perpindahan Ibu Kota

Sebenarnya, apa sih resesi ekonomi itu?

Dikutip dari BigAlpha.id, resesi ekonomi merupakan sebuah siklus dimana aktivitas ekonomi menurun setidaknya dalam 6 bulan, bahkan bisa lebih. Biasanya hal ini bisa dideteksi dari turunnya daya beli masyarakat, kapasitas produksi perusahaan yang tidak optimal. Pada akhirnya menimbulkan fenomena pemotongan tenaga kerja (PHK) dimana-mana, pun dengan pengangguran.

Lantas, adakah pertanda resesi ekonomi 2020?

Dikutip dari Pojoksatu.id, pertanda-pertanda akan adanya resesi ekonomi 2020 pun sama persis dengan yang terjadi di masa lalu.
Bahkan, sejak resesi ekonomi dunia tahun 1950-an sampai tahun 2008 pertandanya tetap sama.

Baca juga: 10 Kementerian dengan Anggaran Terbesar Tahun 2020 Part 1

Selama lima kali resesi yang terjadi, beginilah awal mulanya:

Tidak semua pemilik uang mau menabung atau deposito. Mereka juga tidak ingin membuat suatu usaha atau membeli saham.

Baca Juga  IHSG Berada di Zona Hijau Berkat RAPBN Jokowi-Sri Mulyani

Kenapa hal itu bisa terjadi? Tabungan dan deposito dianggap memiliki bunga yang rendah. Takut untuk membeli saham karena harga saham yang akan jatuh. Terakhir kali, ketika resesi ekonomi yang terjadi di Amerika pada tahun 2008, IHSG ikut rontok minus 50.64% akibat derasnya dana asing keluar dari bursa.

Bagaiman dengan bisnis properti seperti tanah? Mereka juga akan takut untuk membeli tanah terus menerus karena akan dikenai pajak progresif. Bisa juga takut kalau sertifikatnya akan hilang.

Pun sama halnya dengan membuat bisnis. Hal itu membuat mereka pesimis dahulu, beranggapan bahwa bisnis ruwet, harus kerja keras, harus bersaing. Dan endingnya belum tentu sukses, bahkan bisa membuat stres.

Baca juga: Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Para Perintis Start Up

Pembelian Bond (Surat utang)

Ada jalan lain agar selamat dari resesi ekonomi yaitu memilih membeli bond atau surat utang. Apalagi surat utang yang dikeluarkan oleh suatu negara, bukan dari sebuah perusahaan. Orang-orang pun berbondong-bondong membelinya.

Baca Juga  Rupiah Kembali Menguat di Perdagangan 11/3/2020

Kenapa demikian? Karena bisa dipastikan tidak ada resiko dan pasti dibayar. Apalagi kalau pemerintahnya adalah Amerika Serikat. Siapa yang tidak percaya?

Pada keadaan yang normal, biasanya yield untuk bond jangka panjang (10 tahun) lebih rendah dibandingkan dengan yield jangka pendek (2 tahun).

Nah, apa yang terjadi pada hari Rabu (14/8) yang lalu sekitar jam 6 pagi, biasanya yang membeli bond jangka pendek langsung beralih ke bond jangka panjang. Tiba-tiba pembeli bond 10 tahun lebih banyak dibanding yang 2 tahun.

Kejadian pada hari Rabu (14/8) yang lalu itu belum pernah terjadi selama 10 tahun terakhir. Orang-orang berusaha untuk cari aman.  Jadi, bidang lain sedang dalam bahaya dalam empat tahun ke depan. Untuk itu, mereka membeli bond 10 tahun untuk menghindari empat tahun ke depan.

Jadi, ketika pembelian bond dengan jatuh tempo 10 tahun lebih banyak dibandingkan pembelian bond dengan jatuh tempo 2 tahun; maka akan terjadi resesi.

Harga emas yang merangkak naik

Emas dan bond sebenarnya memiliki kemiripan, keduanya dianggap investasi jangka panjang yang aman.  Hal ini tentu menjadikan emas sebagai indikator akan adanya resesi ekonomi 2020. Diketahui harga emas naik terus sejak dua bulan yang lalu.

Baca Juga  Berencana Menikah 3 Tahun Lagi? Simak Deretan Saham yang Menjanjikan Ini!

Baca juga: Trik Jitu Investasi Melawan Resesi Ekonomi Part 1

Dari berbagai pertanda yang sudah terjadi, tetap belum bisa dipastikan apakah resesi ekonomi akan benar-benar menerpa Indonesia pada tahun 2020. Dikutip dari BigAlpha.id, dibutuhkan waktu sekitar 14 bulan hingga resesi di Amerika Serikat terjadi (jika benar-benar terjadi). Karena seperti yang kita ketahui, perekonomian di negara besar akan sangat berpengaruh kuat di pasar modal Indonesia. Yang jelas, resesi ekonomi tidak akan terjadi secara mendadak.

Dalam artian lain, jika benar resesi ekonomi akan terjadi. Kemungkinan hal itu akan kita alami pada akhir 2020 atau bahkan tahun 2021. Terjadi atau tidaknya, mungkin beberapa indikator pertanda dari resesi sudah mulai muncul. Jadi, lebih baik sedia payung sebelum hujan kan?

 

Tinggalkan Balasan

investasi rumah kontrakan

Investasi Rumah Kontrakan? Simak Tips Jitu Berikut!

menyuruh bawahan lebih tua

4 Tips Hilangkan Canggung dengan Bawahan yang Lebih Tua