in

HKI Sebut Pindahnya Ibu Kota Berdampak Positif untuk Ekonomi

Ibu Kota Pindah, HKI Sebut Ada Dampak Positif untuk Ekonomi
Ibu Kota Pindah, HKI Sebut Ada Dampak Positif untuk Ekonomi

Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia mendukung penuh rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) memindahkan ibu kota Indonesia ke Kalimantan Timur. Rencana tersebut menurutnya bakal memberikan dampak positif untuk perkembangan dan pemerataan ekonomi.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum HKI Indonesia, Sanny Iskandar. Ia mengaku setuju dan mendukung rencana pemindaah ibu kota ke Kalimantan Timur tersebut. Menurutnya, pemindahan ibu kota secara bertahap bakal memberikan dampak bagus bagi perkembangan pusat ekonomi baru di wilayah yang ditentukan oleh Jokowi.

Pengaruh positif terhadap ekonomi itu menurutnya bisa dilihat dari berkembangnya kawasan-kawasan industri baru di daerah ibu kota yang baru. Selain itu, perkembangan kawasan industri tentu akan dibarengi dengan perkembangan pembangunan infrastruktur, yang selama ini juga selalu digaungkan oleh Presiden Jokowi.

“Industri-industri manufaktur dan pengembangan kawasan industri berikut infrastruktur dan utilitas industri, area komersial dan perumahan akan berkembang,” ujar Sanny Iskandar, dilansir Bisnis.com.

Pengaruh Positif di Sisi Kemaritiman

Jika dilihat dari sisi kemaritiman, pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur menurut Sanny akan menciptakan pusat-pusat pelabuhan baru. Pelabuhan-pelabuhan baru itu yang akan mendukung berkembangnya industri di Pulau Kalimantan.

Baca Juga  Angkat Blok Netflix, Saham Telkom Meningkat

Hal ini menurutnya selaras dengan konsep pengangkutan barang lewat tol laut yang sudah dirintis Presiden Jokowi dalam satu periode pemerintahannya. Semakin marak pelabuhan yang muncul, maka semakin banyak pula tol laut yang bisa difungsikan untuk distribusi barang dari pulau ke pulau seluruh Nusantara. Tentu saja, hal ini akan berdampak positif bagi perkembangan ekonomi di Kalimantan, juga di Indonesia.

Dampak Positif Bagi Sosial, Politik, dan Budaya

Sanny menyebut, dari sisi sosial, politik, dan budaya, pemindahan ibu kota ke Kalimantan juga dapat mengubah pola pikir Jawa-sentris yang dimiliki masyarakat pada umumnya. Harapannya setelah ini pola pikir tersebut berubah ke Indonesia-sentris.

Dengan berpikir Indonesia-sentris, kegiatan ekonomi tak lagi hanya berpusat di Pulau Jawa. Pulau-pula lainnya selain Jawa pun bisa berkembang demi pemerataan ekonomi. Pikiran tersebut akhirnya menciptakan rasa ingin saling menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Hal ini juga akan memperluas wawasan kebangsaan terhadap keberagaman etnis dan budaya Indonesia,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Kawasan Ekonomi ini.

Baca Juga  Dominasi BUMN Bisa Menghalangi Investasi Asing

Mengurangi Dampak Negatif

Pemindahan ibu kota ini menurutnya akan memisahan antara pusat pemerintahan dan pusat bisnis. Hal tersebut menurutnya akan mengurangi dampak negatif terhadap aktivitas ekonomi dan bisnis ketika terjadi kegaduhan politik dan aksi-aksi demonstrasi di pusat pemerintahan.

Selama ini, HKI paham jika kegiatan ekonomi dan bisnis di ibu kota selalu terancam ketika ada kegaduhan politik dan aksi-aksi demonstrasi terhadap pemerintah. Para pengusaha, investor ataupun masyarakat yang menggerakkan industri kecil dan menengah merasa ketar-ketir saat terjadi kericuhan di ibu kota.

Sebelumnya, Presiden Jokowi resmi memilih Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai ibu kota negara Indonesia yang baru. Hal itu diumumkannya langsung di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (26/8/2019) siang. Lokasi ibu kota baru yang paling ideal menurutnya adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanaegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Tinggalkan Balasan

Terapi Keuangan, Bagaimana Mereka Bekerja?

Jokowi umumkan Kaltim jadi Ibu Kota Baru

Tok! Kaltim Sah Jadi Ibu Kota RI