in

Biaya Pemindahan Ibu Kota Indonesia Ditaksir 469 Triliun

Biaya Pemindahan Ibu Kota Indonesia Ditaksir Sampai 469 Triliun Rupiah
Biaya Pemindahan Ibu Kota Indonesia Ditaksir Sampai 469 Triliun Rupiah

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) memutuskan memindahkan ibu kota Indonesia ke Kalimantan Timur. Biaya pemindahan itu ditaksir mencapai 469 triliun rupiah.

Rencana pemindahan ibu kota ke luar Pulau Jawa ini disampaikan Presiden Jokowi pada 16 Agustus 2019 lalu dalam pidato kenegaraannya di Gedung Nusantara, DKI Jakarta. Rencananya, ibu kota pemerintahan akan dipindah ke Pulau Kalimantan.

Kemudian, rencana itu ditegaskan Presiden Jokowi pada pidatonya di Istana Negara, DKI Jakarta, 26 Desember 2019. Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) akhirnya terpilh sebagai ibu kota pemerintahan Indonesia yang baru. Lokasi ibu kota baru yang paling ideal menurutnya adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanaegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Sejarah Pemindahan Ibu Kota

Sebenarnya, wacana untuk memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke daerah lain ini sudah lama mencuat. Bahkan, Presiden RI pertama, Soekarno juga sempat punya rencana untuk memindahkan ibu kota pemerintahan ke Palangkaraya.

Sebelum itu, sejatinya ibu kota negara pun sempat beberapa kali berpindah dari Jakarta. Dalam sejarahnya, Indonesia pernah berganti ibu kota selama revolusi antara tahun 1946 hingga 1949. Ibu kota Indonesia pernah berpindah dari Jakarta ke Yogyakarta pada tahun 1946, kemudian ke Bukittinggi pada tahun 1948, hingga akhirnya kembali ke Jakarta lagi pada tahun 1949.

Baca Juga  Profil Deputi Gubernur Senior BI yang Baru, Destry Damayanti

Pro Kontra Pemindahan Ibu Kota

Pro kontra berdatangan atas wacana memindahkan ibu kota itu. Ada peringatan, ada pula dorongan atas rencana Presiden Jokowi ini. Pro kontra itu bisa jadi tak lepas dari biaya pemindahan ibu kota yang dinilai membutuhkan dana yang tak sedikit.

Dilansir dari Tirto.id, biaya pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur ditaksir mencapai 33 miliar dolar AS. Dana sebesar itu setara dengan 469 triliun rupiah, dengan asumsi 14.199 rupiah per dolar AS. Tentu uang segitu bukanlah nilai yang kecil bagi pemerintah Indonesia.

Dana yang dibutuhkan untuk memindahkan ibu kota ini disebut-sebut setara dengan seperempat dari total penerimaan negara sepanjang tahun 2018. Di tahun tersebut, pemerintah Indonesia mendapatkan pemasukan sebesar 1.942 triliun rupiah.

Soal biaya pemindahan yang tak murah ini harus benar-benar diperhatikan oleh pemangku kepentingan. Apalagi, saat ini kondisi keuangan Indonesia masih belum surplus. Tahun 2019 ini saja, pemerintahan Jokowi menderita defisit anggaran yang diperkirakan mencapai 296 triliun rupiah. Pemerintah yang masih harus menutup defisit anggaran bakal semakin terbebani oleh anggaran baru untuk pemindahan ibu kota.

Baca Juga  5 Cara Agar Bisa Berkurban Sapi Limosin Seperti Jokowi

Tinggalkan Balasan

Apa itu pajak dan bea cukai?

Pajak dan Bea Cukai. Apa Perbedaanya?

Fakta dibalik mitos investasi saham

IHSG Siap Menyambut Esok Hari Yang Cerah