in

IHSG Siap Menyambut Esok Hari Yang Cerah

Fakta dibalik mitos investasi saham
Tips untuk Mahasiswa Investor Pemula

Menyambut hari kedua perdagangan di pasar saham Indonesia hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,02% ke level 6.278, Selasa (27/08/2019). Nilai perdagangannya terbilang cukup besar hingga menembus Rp 10,66 triliun, tertinggi dalam 2 minggu terakhir. IHSG diprediksi akan semakin menguat untuk esok hari.

Baca juga: Tok! Kaltim Sah Jadi Ibu Kota RI

Penguatan IHSG Sudah Terbaca Sebelumnya

Rupanya penguatan IHSG sudah bisa diprediksi saat pertama dibuka dengan penguatan 1,02%, terimbas sentimen positif dari Wall Street yang ditutup menguat karena ekspektasi hubungan Amerika Serikat (AS) dan China yang membaik.

Dikutip dari Cnbcindonesia, penguatan IHSG masih bisa dilihat dengan ditutup pada level 6.264 hingga berakhirnya sesi I. Hal ini dikarenakan aksi beli investor lokal yang membuat IHSG semakin mantap menetap di zona hijau. Sementara itu, berbanding terbalik dengan investor asing yang cenderung melakukan aksi jual. Dengan net sell mencapai Rp 244 miliar di pasar reguler hari ini.

Baca juga: Trik Jitu Investasi Melawan Resesi Ekonomi Part 2

Baca Juga  Ramadhan Masih 1 Bulan Lagi, Harga Bawang Putih Sudah Meroket

Akhirnya, IHSG berhenti dengan penguatan sebesar 1.02% pada waktu penutupan. Sektor keuangan menguat 0,99% dan menyumbang 19,8 poin, dan sektor industri dasar menguat 3,36% dan menyumbang 19,5 poin, kedua sektor tersebut menjadi penyumbang utama kenaikan IHSG hari ini.

Dikutip dari Cnbcindonesia, IHSG sepertinya memberikan harapan bagi para penanam modal di pasar saham Indonesia esok hari. Pasalnya secara teknikal, IHSG memberikan sinyal menguat kembali besok. Hal ini ditandai dengan terbentuknya pola lilin putih (white candle) yang menandakan tekanan beli lebih dominan. Selain itu IHSG kembali bergerak di atas rata-rata harganya selama lima hari terakhir atau moving average five/MA5 (garis hijau pada grafik).

Disamping itu, ruang penguatan juga masih terbuka karena IHSG belum menyentuh level jenuh belinya (overbought). Hal ini disampaikan berdasarkan indikator Relative Strength Index (RSI) yang mengukur tingkat kejenuhan pergerakan pasar.

Baca juga: 10 Kementerian dengan Anggaran Terbesar Tahun 2020 Part 1

Tinggalkan Balasan

Biaya Pemindahan Ibu Kota Indonesia Ditaksir Sampai 469 Triliun Rupiah

Biaya Pemindahan Ibu Kota Indonesia Ditaksir 469 Triliun

Harga bitcoin mengalami penurunan

Risiko Investasi Bitcoin