in

Beragam Fakta Dibalik Hinaan Bos Big Blue Taxi Pada Indonesia

Nadiem Makarim pendiri GoJek
Nadiem Makarim pendiri GoJek (Foto: Finansialku.com)

Bos Big Blue Taxi Sudah Minta Maaf

Shamsubahrin Ismail, pengusaha Big Blue Taxi, sudah meminta maaf atas pernyataannya yang menyebut Indonesia dan Gojek hanya untuk orang miskin.

“Saya ingin memohon maaf kepada semua rakyat Indonesia karena menyebut orang miskin. Saya tidak bermaksud menghina Indonesia, mereka (Indonesia) di hati saya, tak terlintas kata penghinaan,” jelas Shamsubahrin, dikutip dari Tribunnews.

Baca juga: Ekspansi ke Malaysia, ini yang Dialami GoJek

Selain itu, dia juga memohon pada Gojek di Indonesia agar membatalkan niatan untuk berunjuk rasa di depan Kedubes Malaysia di Jakarta sebagai bentuk protes terhadap pernyataannya tersebut.

Bagaimana sih awal kronologinya?

Gojek yang melakukan ekspansi ke Malaysia ini sudah disetujui oleh kabinet Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

Mahathir memastikan bahwa Gojek akan memberikan manfaat bagi rakyat. Selain itu, pengenalan GoJek juga akan menguntungkan bisnis kecil.

Hal ini tentunya mengundang berbagai pro dan kontra. Tak terkecuali Shamsubahrin Ismail sebagai Bos Taksi Malaysia.

Baca juga: Pengguna Android dan iOS, Yuk Intip 6 Aplikasi Investasi Reksadana Berikut!

Baca Juga  Gojek Ditinggal Nadiem, Apakah Jadi IPO ?

Shamsudin menghina Indonesia dengan sebutan negara miskin. “Ini negara miskin, kita negara kaya. GoJek hanya untuk orang miskin seperti di Jakarta. GoJek tak menjamin masa depan anak muda, merusak anak muda,” ucap Shamsubahrin.

Faktanya, GoJek sudah beroperasi di beberapa negara di Asia Tenggara antara lain Singapura, Vietnam dan Thailand.

Bagaimana reaksi Gojek mendengar pernyataan tersebut?

Rupanya kehadiran Gojek sudah menuai banyak kontra dan protes oleh sejumlah pihak, termasuk pelaku usaha transportasi.

Menanggapi hal tersebut, Head of Regional Government Relations Gojek, Muhammad Chairil merespon dengan santai dan dingin soal penolakan itu. Ia yakin bahwa kehadiran Gojek pasti akan memberikan dampak positif.

Ia menambahkan bahwa setiap ada kontra pasti ada jalan dan solusi. Hal ini bisa disiasati dan ditemukan jalan keluarnya. Pihak Gojek juga pasti akan mentaati setiap aturan yang diberikan tanpa mengubah kearifan atau aturan lokal di negara tersebut.

Baca juga: Trik Jitu Investasi Melawan Resesi Ekonomi Part 2

Apa saja kontra terhadap kehadiran Gojek?

Gojek rupanya juga ditolak oleh beberapa partai konservatif PAS, Khairuddin Aman Razali. Ia beranggapan bahwa Gojek akan meningkatkan angka pelecehan seksual, meningkatkan angka kecelakaan sepeda motor, dan polusi udara.

Baca Juga  Emas Antam Merosot Rp10.000/gram, Mengapa?

“Gojek akan memicu terjadinya interaksi antara dua manusia berbeda jenis kelamin yang bertentangan dengan hukum Syariah,” bunyi pernyataan resmi Razali.

Di samping itu, ia menambahkan bahwa Gojek berpotensi meningkatkan jumlah lakalantas sepeda motor. Dan juga memengaruhi kualitas transportasi massal.

Baca juga: Tok! Kaltim Sah Jadi Ibu Kota RI

Rekan satu partainya, Husain Awang, juga kontra akan hadirnya Gojek ke Malaysia. Ia beranggapan bahwa Gojek merupakan bukti dari kegagalan pemerintah dalam menangani transportasi umum dan kemacetan. Disamping itu, ia juga menambahkan bahwa jika Gojek ada di Malyasia, itu artinya pemerintah juga gagal dalam membuka lapangan pekerjaan untuk kaum muda.

Tinggalkan Balasan

analisa forrex

3 Macam Analisa Dalam Pasar Forex

Tips Sukses ala Pendiri Tokopedia, William Tanuwijaya

Tips Sukses ala Pendiri Tokopedia