in

Mantap! 4 Hari IHSG Menghijau

Forex trading signals

Saham apa saja yang berpengaruh besar?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dibuka  dengan kabar gembira melaju sebesar 0,43% ke level 6.316,12, awal yang indah untuk perdagangan terakhir di pekan ini. Diketahui pula bahwa IHSG tak sekalipun terperosok pada zona merah dalam 4 hari ini.

Pada saat akhir sesi dua, Jumat (30/8) hari ini, tercatat IHSG menguat sebesar 0,63% ke level 6.328,47. Hal ini menandai kejayaan IHSG selama 4 hari beruntun.

Dikutip dari CNBCIndonesia, data perdagangan BEI mencatat,ada beberapa saham yang berkontribusi signifikan dalam mendongkrak kinerja IHSG. Yaitu PT Bank Central Asia Tbk/BBCA (+1,58%), PT Astra International Tbk/ASII (+3,89%), PT Unilever Indonesia Tbk/UNVR (+2,09%), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk/TLKM (+1,6%), dan PT Bank Mandiri Tbk/BMRI (+2,47%).

Baca juga: Beragam Fakta Dibalik Hinaan Bos Big Blue Taxi Pada Indonesia

Faktor apa yang mendongkrak IHSG?

Rupanya IHSG yang menguat ini sejalan dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia. Rupanya, adanya peluang diadakannya negosiasi dagang AS-China secara tatap muka sukses membuat aksi beli yang dilakukan di pasar saham Benua Kuning.

Baca Juga  Pengunjung Hotel Banyuwangi Meroket di Akhir Pekan

Adapun indeks yang melejit yaitu Nikkei sebesar 1,19%,  indeks Hang Seng naik 0,08%, indeks Straits Times terapresiasi 0,64%, dan indeks Kospi melonjak 1,78%.

Investor asing kembali ke Indonesia

Meskipun ada perang dagang antara AS-China, tidak menyurutkan aksi beli warga Amerika Serikat. Pada kuartal III-2019, konsumsi masyarakat AS tampak masih akan tumbuh pesat. Sebelumnya pada hari Selasa (27/8/2019), indeks keyakinan konsumen (IKK) AS periode Agustus 2019 diumumkan di level 135,1.

Rupanya, aksi beli yang dilakukan investor asing memberikan efek yang besar dalam kinerja IHSG. Per akhir sesi dua, investor asing membukukan beli bersih senilai Rp 84,6 miliar di pasar reguler.

Baca juga: Pengguna Android dan iOS, Yuk Intip 6 Aplikasi Investasi Reksadana Berikut!

Walaupun tidak dalam porsi yang besar, tapi setidaknya investor asing tak membukukan jual bersih seperti yang mereka lakukan dalam beberapa waktu terakhir. Terhitung dalam periode 23-29 Agustus, investor asing selalu mencatatkan jual bersih dengan nilai total Rp 302,4 miliar.

Baca Juga  Bitcoin Mining, 5 Hal yang Harus Dipersiapkan

Faktor utama yang menjadi alasan bagi investor asing untuk kembali ke pasar saham tanah air karena Rupiah yang kembali perkasa. Pada hari ini, rupiah menguat sebesar 0,39% di pasar spot ke level Rp 14.180/dolar AS, menandai penguatan selama dua hari beruntun.

Optimisme akan rujuknya AS-China yang telah membuat kinerja rupiah membaik.  Disamping itu, adanya  rilis data pertumbuhan ekonomi AS yang menggembirakan.

Saham-saham yang banyak diburu investor asing pada perdagangan hari ini di antaranya: PT Bank Central Asia Tbk/BBCA (Rp 108,8 miliar), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk/BBRI (Rp 90,2 miliar), PT Astra International Tbk/ASII (Rp 59,4 miliar), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk/TLKM (Rp 55,3 miliar), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk/BBNI (Rp 40,5 miliar).

Baca juga: Sudah Adakah Pertanda Resesi Ekonomi 2020?

 

 

Tinggalkan Balasan

Fitur Bisnis Baru di Facebook Messenger

Trik Suporter Pelajar Beli Tiket Pertandingan Sepak Bola

Trik Suporter Pelajar Beli Tiket Pertandingan Sepak Bola