in

Pajak Penghasilan Dilonggarkan Jadi 20 Persen di 2021

tarif pajak penghasilan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan diskon Pajak Penghasilan (PPh) Badan yang semula 25 persen menjadi 20 persen. Kabarnya, kebijakan baru ini akan diberlakukan 2 tahun lagi alias 2021.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang telah mengungkapkan kebijakan baru ini setelah rapat terbatas soal reformasi perpajakan pada Selasa (3/9) kemarin.

Baca juga: Buat Pecinta Ojol, Nih Tarif Baru Ojol di Seluruh Indonesia

Tujuan Dilonggarkannya Pajak Penghasilan

Pemotongan tarif PPh dilakukan bertujuan untuk mengurangi tekanan bagi dunia usaha. Pasalnya, kini perekonomian Indonesia telah terancam akan perlambatan dan ketidakpastian ekonomi global. Dengan adanya pemotongan ini, diharapkan dunia usaha akan lebih optimal dalam berproduksi guna memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun Internasional.

“Presiden sampaikan bahwa kami harus bisa me-respons kebutuhan ekonomi yang dinamis, cepat, dan dari perubahan kebijakan fiskal di berbagai negara,” jelas Sri Mulyani, dikutip dari CNNIndonesia.

Baca juga: Mau Beli Saham Penyokong Gundala?

APBN tidak akan terganggu

Meskipun Jokwi memotong tarif PPh, ia memastikan bahwa hal ini tidak akan menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Perhitungan yang matang terhadap formula tarif dan imbas pengurangan potensi penerimaan (potential loss) sudah dilakukan oleh pemerintah.

Baca Juga  5 Penyakit Penghambat Investasi di Indonesia

“Kami sudah hitung dampak. Dan, presiden serta wapres sudah memberikan arahan bagaimana ini bisa dilakukan dengan tetap menjaga APBN agar tidak alami tekanan,” tuturnya.

Perusahaan Go Public juga menerima potongan pajak

Selain memangkas tarif PPh Badan, pemerintah juga memotong tarif PPh bagi perusahaan yang akan terdaftar di bursa saham. Sebesar 3 persen potongan yang akan diberikan pemerintah, jadi tarifnya menjadi 17 persen saja.

Baca juga: Bunga Deposito Bank Hingga 7,2%  Per 30 Agustus 2019

Selanjutnya, Sri Mulyani juga memaparkan bahwa aturan baru ini akan dituliskan ke dalam UU Ketentuan dan Fasilitas Perpajakan untuk Penguatan Perekonomian.

“Presiden dan wakil presiden meminta segera mematangkan RUU ini, sehingga bisa dilakukan konsultasi publik. Lalu, disampaikan segera ke DPR untuk memperkuat ekonomi Indonesia,” jelas Sri Mulyani.

Tinggalkan Balasan

sarjana pengangguran

Pengangguran Setelah Sarjana? Mungkin Ini Penyebabnya!

Macam Produk Investasi Digital di Pede (Ponsel Duit)

Macam Produk Investasi Digital di Pede (Ponsel Duit)