in

Kinerja IDX30 Mengalami Penurunan, Berikut Saham yang Masih Mumpuni Untuk Dikoleksi

11 perusahaan indonesia masuk top listed company

Kinerja Indeks IDX30 hanya mengalami kenaikan sebesar 0,1% sejak awal tahun hingga saat ini (year-to-date). Pasalnya, indeks IDX30 adalah salah satu indeks yang banyak digunakan sebagai rujukan para pengelola dana untuk membentuk portofolio saham mereka.

Jika dibandingkan dengan baiknya kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), kinerja IDX30 sangatlah jauh. IHSG diketahui telah mengalami penguatan 1,85% secara year-to-date (ytd).

Baca juga: Resesi Menyapa Ekonomi Dunia, Bagaimana Kabar RI?

Faktor Penyebab Melemahnya Kinerja IHSG

Dikutip dari Kontan.co.id, ada beberapa penyebab indeks yang berisikan emiten berkapitalisasi besar dan likuiditas tinggi ini menurun kinerjanya. Salah satunya adalah ketidakpastian ekonomi global akibat perang dagang.

Disamping itu, adanya imbas terhadap harga suatu barang juga berpengaruh pada tidak maksimalnya kinerja indeks 30 ini. Misalnya saja saham PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang terpengaruh sentimen negatif penurunan harga batubara.

Saham yang Bisa Diperhitungkan

Meskipun dihimpit dengan perekonomian yang sulit, analis menilai bahwa saham penghuni IDX30 masih mumpuni untuk dikoleksi. Apa sajakah saham tersebut?

Baca Juga  Peran Penting Matematika dalam Trading Forex

Chris Apriliony, Analis Jasa Capital Utama Sekuritas. Menilai bahwa saham PT Astra International Tbk (ASII) masih menarik sebab penurunan harga sahamnya cukup signifikan dibandingkan kinerja keuangannya.

Baca juga:Waspada! Banyak Pencurian Uang Lewat Rekening Bank

Sebagai tambahan, Chris juga menambahkan saham United Tractors (UNTR) sebagai andalannya. Sebab, entitas anak usaha ASII, anggota indeks Kompas100 ini, ini pendapatannya meningkat cukup besar pasca akuisisi tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan.

Saham selanjutnya yang direkomendasikan adalah ITMG dan PTBA .”Kedua saham itu sudah tertekan cukup dalam dan harga batubara terlihat terbatas penurunannya sehingga saham-saham batubara bisa kembali naik,” ujar Chris.

Nafan Aji Gusta Utama, Analis Binaartha Sekuritas, pun juga menyarankan agar mengoleksi emiten ASII. Ia merekomendasikan untuk akumulasi beli ASII dengan target harga Rp 8.000 per saham.

Kemudia, Nafan juga menjagokan saham-saham penghuni IDX30 lainnya. Yaitu ANTM dengan target jangka pendek Rp 1235 per saham; BBCA dengan target harga jangka pendek Rp 32.400 per saham; BBNI dengan target harga jangka panjang Rp 7.800 Per saham.

Baca Juga  Bulan Ramadhan Hingga Lebaran 2019, Harga Bawang dipastikan Aman

Baca juga: Dari 8 BUMN, PLN Dapat Suntikan Dana Terbesar di 2020

Tidak berhenti di situ. Nafan juga memberikan banyak pilihan saham yang mumpuni secara fundamental. Yaitu saham BBRI dengan target harga jangka panjang Rp 4.514 per saham; BBTN dengan target harga jangka pendek Rp 2.200 per saham; ERAA dengan target harga Rp 2000 per saham; GGRM dengan target jangka panjang Rp 82.000, dan HMSP dengan target harga jangka pendek Rp 2.840.

Tinggalkan Balasan

menjual saham berharga tinggi

4 Saham Perusahaan Rokok di Indonesia, Minat?

Alasan Broker Properti Online Harus Punya Website Pribadi

Alasan Broker Properti Online Harus Punya Website Pribadi