in

Mobil Listrik di Indonesia

mobil listrik di indonesia

Saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya membangun industri kendaraan listrik. Hal ini bertujuan untuk mengatasi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil.

Untuk mendukung pengembangan tersebut Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

“Kita sudah mulai membuka ruang pengembangan mobil listrik tapi kita ingin lebih dari itu, kita ingin membangun industri mobil listrik sendiri,” ujar Jokowi dilansir dari CNN.

Untuk memajukan proyek mobil listrik ini banyak pihak yang mendukung. salah satunya yaitu Menteri Perhubungan. Budi Karya Sumadi berencana memborong sekitar 100 mobil listrik untuk menunjang kinerja kementeriannya. Pembelian tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah mengembangkan kendaraan listrik.

Ia mengatakan pembelian kendaraan tersebut kemungkinan besar akan dilakukan dalam bentuk leasing. Kendaraan listrik tersebut nantinya akan digunakan pejabat Kementerian Perhubungan.

“Pengadaan (pembelian) mobil listrik ini inginnya dilakukan dari tahun ini,” katanya seperti dikutip dari Antara, Senin (9/9).

Sayang, Budi tidak menyebut berapa total anggaran yang akan digelontorkan untuk pengadaan 100 kendaraan listrik tersebut. Ia hanya berharap, upaya yang dilakukan kementeriannya tersebut ke depan bisa makin mendukung program pengembangan mobil listrik pemerintah.

Baca Juga  IHSG Diramalkan Menguat Karena Wall Street Membaik

Angkutan Umum

Tak hanya itu, menhub juga bakal mengkaji kewajiban operator angkutan umum menggunakan kendaraan listrik sebagai armada mereka. Hal ini dilakukan untuk mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

Budi mengungkapkan saat ini beberapa operator sudah mulai mengoperasikan kendaraan listrik. Salah satunya, operator taksi Blue Bird.

Selain itu, operator Transjakarta juga sudah membeli dua armada bus listrik yang bakal segera beroperasi setelah Kemenhub menerbitkan aturan mengenai uji tipe kendaraan listrik.

Selanjutnya, operator taksi daring seperti Grab juga mulai menggunakan kendaraan listrik. Budi menargetkan porsi kendaraan umum listrik bisa mencapai 30 persen pada 2021.

Untuk itu, selama 2 tahun ke depan pemerintah akan menyiapkan infrastruktur yang diperlukan seperti stasiun pengisian isi ulang baterai (charging station) kendaraan listrik.

“Dalam dua tahun kami harapkan industri sudah siap juga. Pada saat populasi banyak, kebutuhan banyak, kita (Indonesia) sudah bisa membuat industrinya,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Waspada Kekalahan saat Anda Banyak Menang dalam Trading (Part 2)

Dapatkan Umpan Balik Pelanggan untuk Kesuksesan Bisnis Anda!