in

Menuai Pro-Kontra, Berikut Beragam Fakta Dibalik Penghentian Audisi Beasiswa PB Djarum! Part 2

PB Djarum dihentikan

Kemenpora Menyayangkan Langkah KPAI

Penghentian Audisi Umum Beasiswa PB Djarum sangat disayangkan oleh banyak pihak, termasuk Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Gatot Dewa Broto, sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, menyatakan bahwa kontribusi Djarum Foundation untuk mencari bibit-bibit juara sudah tidak perlu dibantah.

Baca juga: Menuai Pro-Kontra, Berikut Beragam Fakta Dibalik Penghentian Audisi Beasiswa PB Djarum! Part 1

Gatot juga menjabarkan bahwa proses dalam menyaring dan menumbuhkan calon-calon juara ini sangatlah memerlukan mitra kerja yang berpotensi. Dan di sini, Djarum Foundation lah salah satu mitra yang bisa diandalkan kinerjanya.

Faktanya, jika hanya mengandalkan dana dari pemerintah saja tidak akan cukup alias sangat terbatas. Apalagi, selama ini dana yang dialokasikan untuk pemberangkatan atlet ke kejuaraan Internasional hingga pemberian bonuslah yang paling besar.

“Karena kalau andalkan anggaran pemerintah pusat, pemda, terbatas, begitu juga induk olahraga. Satu-satunya jalan ya bermitra dengan swasta. ” jelas Gatot, dikutip dari BBC News Indonesia.

“Misalnya saat Asian Games itu, kami biayai pada saat pelatnas dan pemberangkatan, saat berlangsung games , dan bonus. Tapi pada saat bersamaan misalnya bulutangkis dihadapkan pada open tournament yang berlangsung berminggu-minggu, itu tidak bisa didanai Kemenpora. Dan kami tidak hanya urusi bulutangkis tapi bertanggung jawab pada cabor lain.” Jelas Gatot.

Baca Juga  KPAI dan PB Djarum Berdamai, Audisi Bulutangkis Tetap Lanjut dengan Nama Baru

Baca juga: Kinerja IDX30 Mengalami Penurunan, Berikut Saham yang Masih Mumpuni Untuk Dikoleksi

Dilema Industri Rokok

Eny Sri Hartati, pengamat dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), menyatakan bahwa ada dilema tersendiri terkait kehadiran industri rokok.

Seperti yang telah KPAI terangkan, rokok dinilai sebagai produk yang negatif dan dilarang, terutama bagi anak-anak. Namun, uang yang berasal dari cukai dan CSRnya berkontribusi pada pemasukan anggaran negara serta membantu kegiatan yang tak didanai pemerintah.

Bahkan hingga Maret 2019, tercatat Industri Hasil Tembakau (IHT) mampu menyerap sekitar 5,9 juta tenaga kerja. Terdiri atas 4,28 juta pekerja pada sektor manufaktur dan distribusi, 1,7 juta pekerja pada sektor perkebunan.

Dan dalam pengamatan lanjutnya, Eny memaparkan bahwa dana CSR yang digelontorkan perusahaan rokok banyak digunakan di berbagai kegiatan. Yaitu kegiatan olahraga, kesenian, atau pendidikan. Bahkan, besarannyapun hampir dua kali lipat dari perusahaan lain.

Baca juga:Waspada! Banyak Pencurian Uang Lewat Rekening Bank

Sebagai tambahan, faktanya, cukai dari rokok itu termasuk penerimaan nomor tiga terbesar untuk APBN. Hal ini didapat karena industri rokok mendapat keuntungan besar sehingga mereka mampu untuk memberikan porsi yang cukup besar.

Baca Juga  Bunga Acuan The Fed Katrol Rupiah ke Rp14.160

Tinggalkan Balasan

Penghentian audisi beasiswa PB Djarum oleh KPAI

Menuai Pro-Kontra, Berikut Beragam Fakta Dibalik Penghentian Audisi Beasiswa PB Djarum! Part 1

PT Kertas Leces bangkrut

Aduh! Salah Satu BUMN Kertas Bangkrut, Berapa ya Utangnya?