in

Aduh! Salah Satu BUMN Kertas Bangkrut, Berapa ya Utangnya?

PT Kertas Leces bangkrut

Kisah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Kertas Leces (Persero) berakhir tragis. BUMN kertas satu ini dinyatakan pailit alias bangkrut oleh Pengadilan Niaga Surabaya setelah cukup lama terlilit masalah keuangan.

Bagaimana nasib PT Kertas Leces selanjutnya?

Baca juga: Menuai Pro-Kontra, Berikut Beragam Fakta Dibalik Penghentian Audisi Beasiswa PB Djarum! Part 1

Setelah diputus pailit, aset perusahaan PT Kertas Leces harus dijual untuk menutup kewajiban yang harus dibayarkan ke kreditur. Sekretaris Perusahaan PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA Edi Winanto menyatakan, pemberesan aset akan dilakukan oleh kurator. Yang dimaksud dengan pemberesan aset adalah penjualan aset dari BUMN kertas yang bangkrut ini bertujuan untuk menutup kewajiban tersebut.

Edi tidak memaparkan lebih lanjut mengenai rincian aset dan kewajiban yag harus dibayarkan oleh PT Kertas Leces. Namun, ia memperkirakan bahwa aset perusahaan sekitar Rp 1 triliun dan kewajibannya sekitar dua kalilipat dari aset. Setelah asetnya habis, maka BUMN itu bisa dibubarkan.

“Kalau BUMN sudah dalam status pailit, pailit itu pemberesannya dilakukan kurator. Setelah kurator menyelesaikan harta-hartanya digunakan untuk membayar kewajibannya kepada kreditur, maka kalau sudah selesai perusahaan tersebut bisa dibubarkan,” jelas Edi pada hari Senin (9/9) kemarin, dikutip dari detikFinance.

Baca Juga  OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit, Ada Harapan?

Baca juga: Kinerja IDX30 Mengalami Penurunan, Berikut Saham yang Masih Mumpuni Untuk Dikoleksi

Apakah ada kemungkina PT Kertas Leces bangit kembali?

Selain itu, Edi juga menerangkan bahwa perusahaan kertas ini masih ada kemungkinan untuk hidup. Tapi, , BUMN bersangkutan mesti mengajukan proses rehabilitasi. Namun, hal itu belum pernah terjadi sebelumnya.

“Masih mungkin (hidup) tapi syaratnya biasanya begini kalau misalnya perusahaan harta pailit sudah digunakan membayar kewajibannya, sudah selesai dan tidak ada kewajiban lagi nih, sudah lunas semua, maka debitur atau BUMN bersangkutan bisa mengajukan rehabilitasi di pengadilan. Kalau sudah dilakukan rehabilitasi, bisa hidup lagi. Tapi secara preseden belum pernah ada,” jelas Edi, dikutip dari detikFinance.

Untuk pelepasan aset perusahaan plat merah satu ini belum rampung. Edi menyebutkan, jika aset yang dilepas kurang dari kewajibannya maka kreditur tidak bisa melakukan penagihan lagi.

“Dari harta Leces sendiri kalau misalnya tidak cukup atau kurang, kreditur tidak dapat menagih lagi karena hartanya sudah habis,” tutupnya.

Baca Juga  Saham BUMN Farmasi Melesat Efek Uji Coba Vaksin

Baca juga: Dari 8 BUMN, PLN Dapat Suntikan Dana Terbesar di 2020

Tinggalkan Balasan

PB Djarum dihentikan

Menuai Pro-Kontra, Berikut Beragam Fakta Dibalik Penghentian Audisi Beasiswa PB Djarum! Part 2

finansial orang kaya

Kesalahan Finansial yang Pantang Dilakukan Orang Kaya (Part 2)