in

Cukai Rokok Naik: Industri, Konsumen, dan Investor Rokok Kelimpungan

cukai rokok industri

Kebijakan pemerintah yang menaikkan cukai rokok sebesar 23% tidak hanya berimbas besar pada industri dan konsumennya, namun juga pada pergerakan harga saham GGRM dan HMSP. Tercatat bahwa saham rokok amblas terendah pada Senin (16/9) kemarin.

Baca juga: 4 Perusahaan Dinyatakan Sebagai Tersangka dan 42 Disegel Atas Kasus Karhutla

Industri rokok galau

Pemerintahan Jokowi sudah sepakat menaikkan tarif cukai rokok dan harga jual eceran (HJE) mulai 1 Januari 2020. Pelaku industri rokok menilai kebijakan ini memberatkan industri tembakau.

Pelaku industri rokok meminta agar pemerintah lebih memperhatikan mereka. Pasalnya, hingga bulan Juli 2019, target cukai tembakau dari Rp 159 triliun sudah tercapai Rp 130 triliun. Dan tentu juga akan mencapai target 2020 sebesar Rp 170 triliun.

“Jadi, kalau sudah bisa nyumbang sebanyak itu, mau diapain lagi? Ini sudah mendekati 100% kok targetnya, apa masalahnya?” Kenapa sistem yang sudah baik, target sudah tercapai, ko diganggu-ganggu?” jelas Mercy Francisca H., Legal & External Affairs Director Bentoel Group, dikutip dari detikFinance.

Baca Juga  Mudik Gratis Bareng BUMN, Berikut Cara Daftarnya

Jika memang kenaikan cukai mencapai 23%, maka setoran yang diberikan industri rokok ke pemerintah bisa sampai tembus Rp 200 triliun.

Baca juga: Gojek Xcelerate, Program Gibran dan Gojek Siap Latih 20 Startup Jadi Unicorn

Saham GGRM dan HMSP Anjlok

Cukai rokok yang naik mempengaruhi aksi jual yang menyerbu saham GGRM dan HMSP. Saham GGRM terburuk sejak 1998, sedangkan HMSP anjlok terburuk sejak 1991.

Terpantau pada transaksi saham sesi I harga saham GGRM amblas 17,81% ke level Rp 56.550/unit. Tercatat total saham yang ditransaksikan sebesar Rp 511,88 miliar. Level tersebut merupakan harga terendah GGRM sejak 26 Januari 2016.

Sementara itu, HMSP juga amblas ke 17,14% menjadi 2.320/unit saham. Dengan total transaksi senilai Rp 519,8 miliar. Ini merupakan harga terendah sejak lebih dari 6 tahun lalu tepatnya sejak 14 Desember 2012.

Dikutip dari Cnbcindonesia, dengan koreksi harga yang sangat dalam, wajar saja jika investor asing juga turut melepas saham GGRM dan HMSP. Aksi jual bersih masing-masing senilai Rp 295,05 miliar dan Rp 123,26 miliar.

Baca Juga  Wah! Dengan Nilai Tahun 2018, Peserta Bisa Ikut Seleksi CPNS 2019

Baca juga: Imbas dari Lesunya Ekonomi Global, Beberapa Emiten Turunkan Target IHSG

Tinggalkan Balasan

Deretan Sponsor Penyokong Finansial Tim Balap Yamaha di MotoGP 2019

Sponsor Penyokong Finansial Tim Balap Yamaha di MotoGP 2019

Alasan Broker Properti Online Harus Punya Website Pribadi (Part 2)

Hindari Kesalahan Ini Jika Ingin Membeli Rumah Baru!