in

Status Siaga Darurat! Asap Memperburuk Perekonomian Rakyat

asap siaga darurat

Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa status asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau sudah siaga darurat. Lahan yang terbakar sudah mencapai puluhan ribu hektare. Akibat kondisi asap kabut Riau ini membuat biaya hidup semakin meningkat. Asap rupanya memperburuk kondisi perekonomian rakyat.

Baca juga: 4 Perusahaan Dinyatakan Sebagai Tersangka dan 42 Disegel Atas Kasus Karhutla

Biaya untuk kesehatan dan hal tak terduga lainnya

Diketahui dari salah satu warga bahwa biaya hidup selama kabut asap semakin bertambah banyak. Pengeluaran tidak jelas semakin bertambah. Sedangkan pendapatan masih sama saja. Ironisnya, asap juga mempengaruhi tingkat produktivitas yang kian menurun sehingga berimbas pada pemasukan mereka.

Contoh biaya tak terduga yang selalu keluar yaitu untuk kesehatan. Adanya asap tebal ini tentu mengundang beberapa penyakit seperti radang tenggorokan, ISPA, dll. Belum lagi membeli suplemen untuk keluarga agar kondisi badan tetap fit.

Dan ada juga taghan listrik yang diprediksi akan naik. Pasalnya selama asap masih melanda Riau, penggunaan AC akan bertambah lama durasinya. Sehingga adanya biaya ekstra dari biasanya.

Baca Juga  BEI Minta Investor Tenang Ketika IHSG Melemah

Baca juga: Cukai Rokok Naik: Industri, Konsumen, dan Investor Rokok Kelimpungan

Pengusaha kehilangan 50% omzetnya

Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), mengatakan bahwa kabut asap mengganggu produktivitas masyarakat di wilayah yang terena dampak.

“Bikin repot kan mengganggu sekali, dia itu menurunkan produktivitas juga kan, sekolah diliburin, aktivitas diliburkan belum lagi masyarakat kena ISPA,” tutur Hariyadi, dikutip dari detikFinance.

Sebagai tambahan, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Roeslani menyatakan bahwa kabut asap yang sudah siaga darurat ini juga memiliki dampak yang signifikan terhadap dunia usaha. Lebih dari itu, ada beberapa pengusaha yang menutu usahanya untuk sementara waktu. Paling parah, pengusaha di kawasan kepulan asap tersebut kehilangan 50% pendapatan dari usahanya.

Rupanya hal ini terjadi karena daya beli masyarakat yang menurun. Pasalnya, kabut asap tersebut menyebabkan berbagai penyakit pernapasan yang membuat masyarakat lebih menghabiskan uangnya untuk berobat.

Baca juga:Tertarik Tanam Saham di Apple Sampai Microsoft? Begini Caranya!

Baca Juga  Wow! Investasi Asing Sebesar US$ 163 miliar Akan Guyur RI!

Tinggalkan Balasan

Istri yang Pandai Mengatur Keuangan, Istri Idaman (2)

Istri yang Pandai Mengatur Keuangan, Istri Idaman (2)

Simak Aplikasi Bisnis Online yang Sangat Membantu Anda