in

Grabfood Jadi Pendongkrak Kejayaan Grab

Grab kitchen indonesia

Grabfood dijadikan mesin pendorong pertumbuhan dan keuntungan perusahaan Grab dalam jangka panjang. Grab Holding sangat mengandalkan bisnis pengiriman makanannya ini. Saat ini GrabFood memiliki kantong-kantong bisnis di Asia Tenggara, meski belum seluruhnya. Grabfood sudah menyebar di Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filiphina dan Vietnam.

Baca juga: Buat Pecinta Ojol, Nih Tarif Baru Ojol di Seluruh Indonesia

GrabFood memiliki pertumbuhan yang pesat

Grab meluncurkan bisnis pengiriman makanan ini pada tahun 2006. Kemudian, bisnis kian hari kian besar setelah mengakuisisi Uber Asia Tenggara. Dengan kata lain, UberEats dan pasarnya pun masuk ke super app ini.

“Kami telah melihat pertumbuhan luar biasa dalam bisnis makanan kami,” ujar co-chief and regional head GrabFood Kell Jay Lim, seperti dikutip dari CNBCIndonesia.

Manajemen Grab mengatakan bahwa Gross Merchandise Volume (GMV) dari GrabFood sendiri mencapai 900% hingga Juni 2019. Dengan begitu, kontribusi GrabFood mencapai 20% dari GMV perusahaan, meningkat pesat dari kontribusi pada 2018 yakni 5%.

“Kami melihat industri makanan memiliki margin yang lebih baik daripada ride hailing. Kami percaya bisnis makanan akan mendorong pertumbuhan kami dan membawa perusahaan ke profitablitas dalam jangka panjang,” tambah Kell Jay Lim.

Baca Juga  Tips Jitu Untuk Memulai Sukses Bisnis Anda! (Part 2)

Baca juga: Masih Awal Bulan, Tapi Gaji Sudah Menipis? Ini Penyebabnya!

Grab terus memantau pertumbuhan perusahaan

Pihak Grab tidak ingin mengumumkan nilai transaksi secara mendetail. Namun, mengatakan bahwa perusahaan akan terus memantau tingkat penggunaan pengemudi karena ini menjadi matrik yang sangat penting dalam hal profitabilitas perusahaan.

Selain itu, Florin Hoope dari Bain & Company Asia Pacific mengngkapkan bahwa bisnis ini memiliki margin yang tebal. Untuk itu, keputusan Grab menjadikan GrabFood sebagai mesin uang baru bukan keputusan yang salah.
Dengan perang tarif diskon antara penyedia makanan akan terus memicu dan menjaga pelanggan untuk tetap setia di GrabFood. Dalam bisnis ini perusahaan akan mendapat dua sumber pendapatan, dari merchant dan pemesan makanan.

Dalam sektor bisnis ini, Grab dan Gojek merupakan pemain utama. Tapi, tak bisa dipungkiri bahwa akan ada peluang untuk masuknya pemain baru yang didukung oleh investor besar. Apalagi pasar sangat besar dan belum matang, dan masih bisa menggarap bisnis model yang berbeda.

Baca Juga  Pasca Aksi 22 Mei, Rupiah Kembali Melesat 0,28%

Baca juga: Pekan Ke 3 September, IHSG Ditutup Melemah! Berikut Saham yang Bisa Diperhitungkan

Tinggalkan Balasan

Contoh Ekonomi Syariah: Investasi Syariah

Contoh Sistem Ekonomi Syariah: Investasi Syariah

Milenial Sering Kehabisan Uang, Benarkah?