in

Perhatikan! 4 Hal Yang Buat Pasar Saham Harap-Harap Cemas Minggu Depan

jenis index saham
(C) Shutterstock

Minggu depan akan menjadi minggu yang berat, sangat minim sekali data yang dapat meningkatkan sentimen positif pada pasar saham. Apalagi, baik pasar saham domestik maupun Amerika Serikat (AS), pasar sahamnya pada pekan ini sama-sama ditutup terkontraksi.

Tercatat bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merost 0,21% pada Jumat (20/9) yang lalu. Meskipun suku bunga diturunkan Bank Indonesia maupun bank sentral AS yaitu the Fed tak merubah warna merah pada pasar saham.

Ditambah lagi kekhawatiran pelaku pasar terhadap kebijakan moneter AS yang mengindikasikan tidak ada lagi penurunan suku bunga hingga akhir tahun. Dikutip dari CnbcIndonesia berikut ini peristiwa yang akan dicermati pelaku pasar minggu depan.

Baca juga: Pekan Ke 3 September, IHSG Ditutup Melemah! Berikut Saham yang Bisa Diperhitungkan

1. Pertemuan AS-China

Pelaku pasar sangat menunggu pertemuan tingkat menteri dari AS-China pada bulan ini. Apapun perkembangan positif dari rencana pertemuan itu, maka akan berdampak positif pada keyakinan pelaku pasar global.

Sudah direncanakan bahwa bulan ini pertemuan tersebut akan dilangsungkan. Selain itu, bulan depan akan diadakan pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Pertemuan antara kedua presiden tersebut bertujuan untuk membahas tarif impor yang sudah dinaikkan oleh masing-masing negara.

Baca Juga  Naik Turun Tarif Go Jek, ini Faktanya!

2. Kondisi Iran dengan Arab Saudi-AS

Pasca penyerangan fasilitas ladang dan kilang minyak mentah di Khurais dekat Riyadh mampu mengombang ambingkan kondisi pasar saham. Pasalnya, pengakuan pemberontak Houthi asal Yaman belum cukup meyakinkan AS, Arab Saudi, dan sekutunya yang masih menuduh Iran sebagai biang keladi penyerangan tersebut.

Tudingan tersebut sontak dibantah dan ditanggapi sama kerasnya oleh Taheran. Selain itu, ia juga menyatakan siap sedia menyerang balik setiap langkah agresor yang masuk ke wilayah kedaulatannya.

Baca juga: Masih Awal Bulan, Tapi Gaji Sudah Menipis? Ini Penyebabnya!

3. Data hasil penjualan motor

Untuk faktor ketiga datang dari dalam negeri, yaitu data penjualan motor dari pabrik ke dealer (wholesale). Data ini diperkirakan akan dipublikasikan pada hari Senin 23 September. Data penjualan motor pada Juli 2019 mencapai 526.652 unit, naik 36,74% dari bulan Juni 385.136 unit meskipun masih turun 11,3% dari posisi Juli 2018. Pada periode 7 bulan pertama 2019, angka penjualan mencapai 3,75 juta unit atau naik 4,36% dari periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga  Review Broker: Mandiri Sekuritas

Jika data hasil penjualan ini meningkat terus, maka akan memberikan sentimen positif pada saham produsen otomotif terutama PT Astra International Tbk (ASII). Disamping itu, peningkatan penjualan motor juga akan memompa keyakinan investor terhadap daya beli masyarakat yang juga berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi.

4. Data pertumbuhan kredit perbankan

Faktor terakhir datang dar dunia kredit-mengkredit. Data ini akan diumumkan oleh OJK pada Kamis 26 September.

Saham di sektor keuangan tentu akan mendapat dorongan ketika data ini membawa kabar baik. Namun, juga dapat mendukung pandangan pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi domestik yang sedang haus sentimen positif.

Baca juga: Grabfood Jadi Pendongkrak Kejayaan Grab

Tinggalkan Balasan

reksadana syariah nyaris menyentuh 10

Contoh Sistem Ekonomi Syariah: Investasi Syariah (2)

Kenali Startup Unicorn dan Decacorn dengan Prestasi Besar