in

5 Penyakit Penghambat Investasi di Indonesia

5 penyakit investasi di Indonesia

Pak Moeldoko, Kepala Staf Presiden (KSP), beranggapan bahwa aturan KPK yang sekarang ini bisa menghambat investasi yang justru sekarang jadi pusat perhatian dari pemerintah. Untuk itu, ia menyetujui revisi UU KPK demi investasi di Indonesia meskipun menuai pro dan kontra. Namun, sebenarnya ada 5 penyakit yang menghambat investasi.

Baca juga: Situasi Ekonomi Up and Down: Pilih Investasi Dolar AS atau Emas?

5 penyakit yang menggerogoti Investasi

Dikutip dari detikFinance, Thomas Lembong, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), mengatakan bahwa ada lima penyakit di Indonesia yang membuat investasi terganggu. Dimulai dari regulasi hingga dominasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Apa sajakah itu?

1. Regulasi

Penyakit pertama yang membuat investasi di Indonesia macet adalah regulasi. Lembong menjelaskan bahwa adanya peraturan yang tumpang tindih satu sama lain, dan rumitnya perizinan.

2. Pajak

Penyakit kedua yaitu mengenai perpajakan yang masalahnya bersumber pada cara pendekatannya. pendekatan institusi perpajakan di Indonesia dalam mencapai target perlu diperhatikan.

“Perpajakan pertama perlakuan yang semena-mena, petugas pajak menghadapi target dan mengalami tekanan mengejar target dengan cara apa saja. Sementara terus terang pengusaha itu bisa dibujuk bayar lebih, terlebih sekarang ada infrastruktur, tapi justru caranya jadi penting,” kata Lembong, dikutip dari detikFinance.

Baca Juga  Waspada! Penipuan Pialang GCG Asia Merugikan Masyarakat

3. Lahan dan bangunan

Penyakit yang ketiga terkait dengan lahan dan bangunan. Lembonng memaparkan bahwa pengurusan perizinannya sangat lamban. Sebagai contoh, pengurusan izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Bahkan berbulan-bulan belum tentu selesai.

Baca juga: Duit 20 Juta, Enaknya Beli iPhone 11 atau Investasi Nih? Part 2

4. Ketenagakerjaan

Salah satu alasan mengapa para investor lebih melirik Vietnam daripada Indonesia yaitu terkait ketenagakerjaan. BKPM melakukan kajian lebih lanjut, membandingkan biaya usaha yang mana dari lahan sampai upah, jasa, infrastruktur, transportasi, dan lain-lainnya. Dan hasilnya memang Indonesia mematok harga di atas Vietnam alias lebih mahal.

5. Dominasi BUMN

Untuk yang terakhir ini, Lembong tidak ingin bicara banyak. Yang jelas, ada banyak keluhan mengenai over dominasi BUMN.

Baca juga: Investor Resah, IHSG Terpuruk Se-Asia!

Tinggalkan Balasan

investasi dolar AS atau emas

Situasi Ekonomi Up and Down: Pilih Investasi Dolar AS atau Emas?

Jenis Indikator MT4 Forex

Investor, Waspada 8 Modus Pialang Berjangka Ilegal!