in

Kabar Gembira! Penunggak Pajak di DKI dapat Diskon Hingga 50%!

pajak DKI
https://s.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/aktivitas-wajib-pajak-saat-menyampaikan-laporan-di-kantor-pajak-_180711204541-856.jpg

Kabar gembira datang untuk Anda warga DKI Jakarta, dimana Pemerintah DKI memberikan keringanan kepada penunggak pajak daerah berupa diskon mulai dari 25% hingga 50%. Dalam program pajak ini pemerintah menetapkan ada beberapa jenis pajak yang mendapatkan diskon, antara lain ialah bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), pajak kendaraan bermotor (PKB) dan pajak bumi dan bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Dilansir dari kompas.com, Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, Faisal Syarifuddin, mengatakan bahwa para wajib pajak saat ini cenderung menunda melaksanakan pembayaran pajaknya. Kondisi tersebut menyebabkan bertambahnya beban piutang pajak baik pokok pajak maupun sanksi administrasinya. Karena faktor tersebut, maka dikeluarkan Pergub dalam bentuk program keringanan pajak daerah. Selain itu, pihaknya juga mengingatkan kepada semua warga DKI yang memiliki tunggakan pajak untuk memanfaatkan program keringanan pajak ini yang sudah berjalan sejak 16 September hingga 30 Desember 2019 mendatang.

Berikut ini terdapat berbagai ulasan yang terkait dengan diskon pajak mulai dari ketentuan hingga fakta lainnya yang terlah PikiranTrader rangkum dari berbagai sumber;

Baca Juga  Omzet Mukena Mencapai 17,5 Miliar, Syahrini Disenggol Ditjen Pajak

1. Tunggakan Pajak Sejumlah Rp2,4 Triliun

Jumlah tunggakan pajak secara keseluruhan mencapai Rp2,4 triliun. Menurut data BPRD DKI, penunggak pajak diisi dari 1,41 unit penunggak pajak kendaraan roda dua dan roda tiga yang jumlahnya mencapai Rp1,6 triliun. Ada sejumlah 788 unit kendaran bermotor roda empat yang menunggak mencapai Rp800 miliar. Bahkan, ada 1000 kendaraan mewah yang masih menunggak pajaknya dengan nilai yang beragam, yaitu ada yang Rp20 juta, Rp 150 juta dan Rp200 juta.

Baca juga: Dirgahayu Jawa Timur ke-74, Warga Nikmati Pemutihan Pajak Kendaraan

2. Ketentuan Diskon Pajak Berdasarkan Pergub

Adapun ketentuan diskon dari ketiga pajak yang telah ditentukan pemerintah, antara lain:

  • Penunggak pajak BBNKB dan PKB yang sampai dengan tahun 2012 diberikan keringanan sebesar 50%. Sementara tahun 2013 sampai dengan 2016 diberikan keringaan sebesar 25%.
  • Penunggak PBB-P2 tahun 2013 – 2016 mendapatkan diskon pajak 25%
  • Penunggak pajak BBNKB, PKB dan PBB-P2 dibebaskan dari sanksi administrasi
  • Penunggak pajak BBNKB, PKB dan PBB-P2 sejak 2017 dan seterusnya juga dibebaskan denda pajak, tapi pokok pajak harus dibayar
Baca Juga  3 Perusahaan Besar yang Tutup Toko Gegara Corona

Perihal pemotongan pajak ini memang seharusnya yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta karena sudah tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 89 Tahun 2019 tentang Pemberian Keringanan Pokok Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor atau BBNKB atas Penyerahan Kepemilikan Kendaraan Bermotor Kedua dan Seterusnya Tahun 2019. Selain itu juga dalam, Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 90 Tahun 2019 tentang Pemberian Keringanan Pokok dan Penghapusan Sanksi Administrasi Piutang Pajak Daerah.

 3. Ada Denda Pajak yang Dihapus

Pihak BPRD DKI Jakartapun juga mengungkapkan bahwa ada sembilan denda pajak yang dihapus, di antaranya:

  • Pajak BBNKB
  • Pajak PKB
  • Pajak PBB-P2
  • Pajak Hotel
  • Pajak Hiburan
  • Pajak Parkir
  • Pajak Air Tanah
  • Pajak Restoran
  • Pajak Reklame

Adapun ketentuan yang berlaku dalam penghapusan denda pajak tersebut, yaitu pajak khusus BBNKB dan PKB berlaku bagi yang menunggak pajak hingga 2019. Sementara yang lainnya berlaku untuk yang menunggak 2018 ke bawah.

4. Pembayaran Pajak PBB P2 bisa Offline ataupun Online

Tak perlu bingung bagaimana cara bayar pajak PBB-P2, sebab wajib pajak bisa memilih dua cara, yaitu offline ataupun online. Bagi wajib pajak yang memilih dengan cara offline, kunjungi kantor Pos Indonesia dan Desa yang ditunjuk pemerintah sebagai loket pembayaran. Sementara bagi wajib pajak yang sibuk dan tak memiliki waktu luang, pemilihan bayar pajak PBB-P2 dengan online menjadi pilihan yang tepat, yaitu bisa melalui ATM, Tokopedia, Traveloka, dan minimarket.

Baca Juga  Bursa Saham Asia Tergelincir Lagi

Baca juga: Cara Membuat Nomor Seri Faktur Pajak, Untuk Anda Pengusaha Muda

Jika Anda warga DKI membutuhkan informasi yang lebih lengkap mengenai pajak, tak ada salahnya segera hubungin pihak pajak melalui media sosial seperti Facebook, twitter dan instagram dengan nama akun Humas Pajak Jakarta, atau melalui website resmi BPRD Jakarta. Bukan hanya itu saja, wajib pajak juga bisa menghubungi langsung di Halo Pajak Jakarta dengan nomor 0804 1222 773. Semoga informasi diatas membantu. Ayo taat pajak!

Tinggalkan Balasan

5 Cara Mendelegasikan Pekerjaan Agar Lebih Efisien

Mulai Tahun 2020, Pengangguran Dijatah Rp 500 Ribu/Bulan