in

Mulai Tahun 2020, Pengangguran Dijatah Rp 500 Ribu/Bulan

Mulai tahun 2020 nanti, pemerintah menjamin bahwa pengangguran akan diberi uang sebesar Rp 500 ribu per bulan. Yang termasuk pengangguran disini adalah mulai dari lulusan SMA/SMK, dan perguruan tinggi, hingga korban PHK.

Insentif yang diberikan Pemerintah sebesar Rp 300 – Rp 500 ribu per bulan. Jatah ini akan diberikan pada pengangguran yang mengikuti program Kartu Pra Kerja. Program ini akan diselenggarakan selama dua sampai tiga bulan bagi setiap orangnya.

Baca juga: 5 Penyakit Penghambat Investasi di Indonesia

Program Kartu Pra Kerja sendiri akan dimulai pada awal 2020 dengan anggaran sekitar Rp 1 triliun dengan target mampu mengakomodasi 2 juta masyarakat tanpa batasan usia. Selain pengangguran, program ini juga terbuka lebar bagi masyarakat yang ingin meningkatkan skill sesuai kebutuhan industri.

Pemerintah telah bekerja sama dengan perusahaan layanan jasa digital seperti Gojek Indonesia, Tokopedia, hingga Bukalapak untuk menjalankan program Kartu Pra Kerja. Kerja sama itu meliputi untuk pencairan insentif yang diberikan Pemerintah kepada para peserta.

Baca Juga  Sayembara Desain Ibu Kota Baru Dibuka, Begini Kriterianya!

Langkah untuk menjadi peserta program Kartu Pra Kerja

Pak Moeldoko selaku Kepala Staf Presiden (KSP) menjelaskan memngenai cara untuk mengakses program Kartu Pra Kerja. Yakni cukup dengan mendaftar melalui aplikasi yang dikelola oleh Project Management Officer (PMO) yang dikelola oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

Baca juga: Situasi Ekonomi Up and Down: Pilih Investasi Dolar AS atau Emas?

“Kita tidak begitu kaku ya karena intinya hanya membekali mereka agar bisa dapat pekerjaan bisa (lulusan) SMK, bisa juga.. aku belum detail persyaratannya tapi siap terhadap siapa saja yang ingin mendapatkan pekerjaan,” kata Moeldoko dikutp dari detikFinance.

Nantinya, peserta diharuskan untuk mengisi biodata diri, minat keterampilan, hingga menjawab beberapa pertanyaan yang ujung-ujungnya akan diseleksi oleh PMO.

Setelah mendaftar, selanjutnya, calon peserta akan ditujukan kepada tempat pelatihan yang sesuai dengan keterampilan yang dinginnkan. Sehingga nantinya para peserta mampu memenuhi kebutuhan industri atau bisa menjadi wirausaha.

Sebagai tambahan, Moeldoko menambahkan bahwa para peserta wajib melaporkan kepada PMO jika dipertengahan waktu program sudah mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga  Kabar Gembira! Tahun 2020 Upah Minimum Provinsi Naik 8,5%

Baca juga: Investor, Waspada 8 Modus Pialang Berjangka Ilegal!

Tinggalkan Balasan

pajak DKI

Kabar Gembira! Penunggak Pajak di DKI dapat Diskon Hingga 50%!

forex market maker

Market Maker, Pengertian dan Statusnya