in

Sayembara Desain Ibu Kota Baru Dibuka, Begini Kriterianya!

sayembara desain ibu kota

Rencana Pemerintah Republik Indonesia untuk memindahkan ibu kota negara (IKN) ke Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), nampaknya akan segera terealisasikan. Selain ditandai dengan keputusan Presiden Joko Widodo, yang beberapa waktu lalu secara resmi mengumumkan bahwa Kaltim telah sah sebagai IKN Republik Indonesia yang baru, hal lain ialah mulai dibukanya sayembara desain Ibu Kota baru. Penyelenggaraan sayembara desain IKN baru inipun akan dibuka esok, tepatnya pada tanggal 2 hingga 11 Oktober 2019.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Menurutnya ibu kota baru nantinya akan menjadi kotanya anak muda. Menurutnya, dia butuh bantuan anak muda untuk mendesain ibu kota baru, karena dia mengakui bingung bagaimana selera anak muda. Saat ini, para juri masih menyusun term of reference (TOR) yang akan menjadi panduan saat para peserta mengumpulkan karya masing-masing. TOR tersebut nantinya berisi batasan ruang lingkup yang harus dikerjakan oleh calon peserta. Termasuk tujuan, data dasar, serta misi dan konsep yang jelas.

Baca Juga  Yuk Cek Harga Sembako Via Online

“Nanti konsepnya smart city, forest city, nanti jurinya pun anak muda. Karena ini kota untuk anak muda ke depannya, kami the old fashioned ini nggak gampang,” Jelasnya, dikutip dari detikfinance.

Baca juga: HKI Sebut Pindahnya Ibu Kota Berdampak Positif untuk Ekonomi

Bagaimana Kriterianya?

Dalam sayembara inipun tentunya memiliki kriteria yang mana sekaligus menjadi visi dari rencana IKN baru ini, tentunya guna katalis peningkatan peradaban manusia Indonesia. Lalu apa sajakah itu? Berikut bebrapa kriterianya; 

1. Harus Mencerminkan Identitas Bangsa

Dalam hal mencerminkan identitas bangsa, harus diterjemahkan ke dalam urban desain secara filosofis dari pilar-pilar kebangsaan yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945. Desain tersebut juga harus mampu menjabarkan morfologi dan fungsi-fungsi kota; ruang-ruang bagi aktivitas masyarakat yang mendorong prinsip gotong royong; dan fungsi serta wadah yang melestarikan sejarah budaya bangsa seperti ruang budaya, galeri nasional, museum, gedung pertunjukan dan taman kesenian.

2. Menjamin Keberlanjutan Sosial, Ekonomi dan Lingkungan

Selanjutnya, dalam hal mewujudkan keberlanjutan sosial, ekonomi dan lingkungan, pengembangan yang dilakukan harus meminimalisasi invtervensi terhadap alam; mengintegrasikan ruang-ruang hijau serta biru; mempertahankan keberadaan hutan; memperbanyak public dan community spaces. Selain itu juga mengadopsi new urban dan green building/infrastructure; serta kualitas ruang yang mendorong kreativitas dan produktivitas masyarakat.

Baca Juga  Daftar Lengkap Nama Menteri Kabinet 2019-2024

3. Mewujudkan Kota yang Cerdas, Modern dan Berstandar internasional

Kriteria yang terakhir, yaitu dalam hal mewujudkan prinsip kota cerdas dan modern berstandar internasional, IKN harus menjadi kota yang compact, mengandalkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mencapai tujuan sustainable development goal’s (SDGs). Visi ketiga itu diwujudkan melalui penataan bangunan dan lingkungan yang compact dan inklusif; moda transportasi publik yang terintegrasi; dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan produktivitas. Di samping itu juga harus ada kolaborasi antar arsitektur modern dengan local wisdom; penerapan desain, material dan teknologi modern, smart building, dan penggunaan energi terbarukan; serta desain yang mengutamakan pada pemenuhan seluruh target SDG’s sebagai acuan pembangunan kota-kota Indonesia ke depannya.

Baca juga: Biaya Pemindahan Ibu Kota Indonesia Ditaksir 469 Triliun

Tinggalkan Balasan

forex market pelaku

Pelaku Forex Market. Siapa Saja? (Part 1)

REVIEW BROKER: SoegeeFX (PT Soegee Futures)

REVIEW BROKER: SoegeeFX (PT Soegee Futures)