in

BBCA Dikabarkan Akan Melakukan Stock Split Tahun 2020

Selain emiten blue chip Unilever yang akan stock split, rupanya BBCA juga dikabarkan akan melakukan hal yang serupa. Karena harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang stabil bergerak di atas Rp 30.000 per sahamnya, menyebabkan para investor ritel mengurungkan niat untuk menanamkan uangnya.

Baca juga: Yuk Intip Deretan Bisnis Putra Sulung Jokowi

Stock Split BBCA

Salah satu jalan untuk menarik minat investor ritel adalah dengan melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split). Apalagi, jika dilihat dari kenaikan saham yang cukup tinggi yaitu meningkat 17,31% sejak akhir tahun 2018. Tentu menjadikan stock split suatu keputusan yang terbaik.

Jahja Setiaatmadja selaku Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menanggapi hal tersebut dan mencoba memaparkan pandangannya.

Dikutip dari Kontan, Kata Jahja, harga saham BBCA sampai saat ini masih bergerak atraktif, tidak bergerak stagnan. “Performance harga saham masih cukup positif,” tutur Jahja.

Selain itu, Jahja juga tidak menyangkal bahwa banyak investor ritel yang berminat memiliki saham BBCA. Jadi, dia tidak menutup kemungkinan untuk membuka wacana stock split.

Baca Juga  Kabar Gembira! Penunggak Pajak di DKI dapat Diskon Hingga 50%!

Dia menegaskan bahwa stock split pastinya membutuhkan pertimbangan yang matang. Pasalnya jika serta merta dalam mengambil tindakan, maka harga sahamnya kelak bisa dipermainkan spekulan.

Baca juga: Pelaku Pasar Saham, Simak Cara Cuan Ketika Bull and Bear (Part 2)

BBCA pernah melakukan stock split sebelumnya

Pemecahan nominal saham bukan hal yang baru bagi BBCA. Sebab, sejak perusahaan ini menawarkan saham perdananya atau IPO pada 11 Mei 2000 silam di harga Rp 1.400 per saham. BBCA sudah tiga kali men-stock split sahamnya.

Keputusan stock split pertama kali dilakukan pada tanggal 15 Mei 2001.
Rasionya yakni 1:2, nominal saham yang semula Rp 500 per saham menjadi Rp 250 per saham.  Dari hasil stock plit pertama membuat harga saham BBCA di pasaran yang semula Rp 1.752 menjadi Rp 876 per saham.

Kemuadian, stock split kedua dilakukan pada 8 Juni 2004. Rasionya tetap sama, yaitu 1:2 yang merubah nominal sahamnya menjadi Rp 125 per saham.
Dari hasil pemecahan tersebut, harga pasar saham BBCA pun dipecah dari semula Rp 3.552 menjadi Rp 1.776 per saham.

Baca Juga  Apakah Emas Memiliki Potensi Menguat Minggu Ini?

Dan stock split yang ketiga dilakukan pada 31 Januari 2008. Rasionya tetap sama yaitu 1:2. Sehingga, nominal sahamnya menjadi Rp 62,5 per saham. Alhasil, harga pasar saham BBCA yang kala itu ada di level Rp 7.100, disesuaikan menjadi Rp 3.550 per saham.

Baca juga: Investasi Sepatu Sneakers, Apa Bisa?

Kinerja BBCA

Secara garis besar, saham BBCA memang tidak pernah mengalami penurunan atau bahkan termasuk salah satu yang terus mengalami peningkatan.
Salah satu sebabnya adalah kinerja keuangan BBCA yang selalu memberikan kepuasan bagi pemegang saham.

Tinggalkan Balasan

Mari Berinvestasi melalui Media Sosial Anda!

THR Perusahaan

Resiko Trading Emas Online Di Pasar Forex