in

Sebelum Beli Klub Italia, Kekayaan Grup Djarum 504 Triliun

Sebelum Beli Klub Italia, Kekayaan Bos Grup Djarum Tembus 504 Triliun

Kekayaan duo bos Grup Djarum, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono tembus 504 triliun rupiah. Usai Grup Djarum membeli mayoritas saham klub sepak bola Liga Italia, Como 1907, Jumat (18/10/2019) ditaksir kekayaan keduanya bertambah.

Sebelum mengakuisi Como 1907, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono diketahui merupakan orang terkaya di Republik Indonesia, mengacu catatan Forbes. Selain memimpin PT Djarum yang memproduksi rokok, kedua bersaudara ini juga memiliki mayoritas saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kapitalisasi pasar BBCA tembus 759 triliun rupiah, per Jumat (18/10/2019). Catatan itu membuat bank yang dibeli mayoritas sahamnya oleh keluarga Hartono dari Grup Salim saat terjadi krisis ekonomi Asia 1997-1998 itu tercatat sebagai salah satu bank dengan kapitalisasi terbesar di Indonesia.

Selain itu, keduanya juga mempunyai merek elektronik populer, yaitu Polytron. Hartono bersaudara juga memiliki bisnis di bidang real estate utama di Jakarta dan saham di start-up game Razer.

Baca Juga  Transaksi Besar oleh Sinarmas Sekuritas Ditemukan di Saham GGRM

Bisnis-bisnis itu membuat kekayaan bersih Robert Budi Hartono ditaksir mencapai US$ 18,1 miliar. Jika di-rupiahkan, kekayaan pria yang saat ini berusia 78 tahun itu setara dengan 253,40 triliun rupiah (dengan asumsi kurs 14.000 rupiah/US$) pada Oktober 2019 ini). Data Forbes menempatkan Robert Budi berada di urutan 54 terkaya di dunia.

Sementara itu, Michael Bambang Hartono, ditaksi memiliki harta bersih US$ 17,9 miliar atau 251 triliun rupiah. Selain menjadi pengusaha, pria yang sekarang ini berusia 80 tahun itu juga mengembangkan sayap menjadi atlet bridge. Medali perunggu mampu dipersembahkannya untuk kontingen Indonesia di Asian Games 2018 di Jakarta tahun lalu. Forbes menempatkan Michael Bambang di posisi 56 terkaya di dunia.

Menariknya, jika digabungkan, dua pewaris perusahaan rokok yang dibangun sang ayah, Oei Wie Gwan di Kudus, nilainya cukup fantastis. Harta Robert Budi 253,40 triliun rupiah dan Michael Bambang 251 triliun rupiah, jika dijumlahkan total menembus 504 triliun rupiah.

Akuisisi Como 1907 Melalui Perusahaan Inggris

Dikutip dari media Italia, Corrieredicomo, mayoritas saham klub Como 1907 diakuisisi Grup Djarum melalui SENT Entertainment Ltd. SENT Entertainment Ltd yang mengakuisisi Como 1907 merupakan perusahaan yang bergerak di bidang media dan hiburan yang bermarkas di Inggris.

Baca Juga  Tarif dan Review MRT Jakarta

Perusahaan tersebut mayoritas sahamnya dipegang oleh dua bersaudara pemilik Grup Djarum, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono. Robert Budi sendiri tercatat sebagai pemimpin di SENT Entertainment Ltd bersama Robert Wijaya Suwanto.

Mengenal Como 1907 yang Diakuisisi Orang Terkaya Indonesia

Tak banyak pecinta sepak bola Indonesia yang mengenal nama Como 1907. Maklum, klub tersebut saat ini berkompetisi di Liga Italia Seri C, kasta ketiga dalam strata kompetisi sepak bola Italia.

Sejatinya, Como 1907 pernah mencapai prestasi tertinggi lolos ke Liga Italia Seri A pada musim 2002-2003. Namun, setelah itu, prestasi mereka terpuruk, hingga dinyatakan bangkrut pada tahun 2004. Klub sepak bola tersebut baru bisa bangkit pada tahun 2017 lalu.

Ketika diakuisisi SENT Entertainment Ltd, kondisi Como 1907 bisa dibilang sangat mengenaskan. Manajemen klub ini sangat bermasalah dan mempunyai banyak utang kepada berbagai pihak. Stadion Giuseppe Sinigaglia, markas mereka yang berkapasitas 13.602 tempat duduk, memiliki lapangan dengan kualitas rumput yang sangat buruk untuk sebuah klub di Italia. Tampak pula ada bagian atap yang catnya terkelupas. Bahkan, pada 1 Juli 2019 lalu, klub ini sempat sama sekali tidak punya aset berupa pemain sepak bola.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 02 Maret 2020

Sekarang ini, Como 1907 menempati peringkat ke-9 Liga Italia Seri C Grup A dengan 13 poin. Dari sembilan pertandingan yang sudah dijalani, mereka baru memenangi tiga laga, empat kali seri, dan dua kali kalah.

Tinggalkan Balasan

emas

Opsi Investasi Emas, Pilih Batangan atau Perhiasan?

keuangan pernikahan

Berencana Menikah 3 Tahun Lagi? Simak Deretan Saham yang Menjanjikan Ini!