in

Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju

Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju
Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju (C) @Airlangga_Hrt

Dalam susunan menteri Kabinet Indonesia Maju yang diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rabu (23/10/2019) pagi, nama Airlangga Hartarto ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian). Pilihan ini sekilas tepat, lantaran Ketua Umum Partai Golkar itu memiliki latar belakang sebagai pengusaha.

Airlangga menggantikan Darmin Nasution yang sebelumnya menduduki jabatan Menko Perekonomian dalam Kabinet Kerja pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (2014-2019). Indikasi ditunjuknya lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu sebagai menteri untuk kedua kalinya tampak ketika Airlangga datang ke Istana Kepresidenan di Jakarta sehari sebelum Jokowi mengumumkan susunan kabinet barunya. Mengenakan kemeja putih, pria 57 tahun itu mengaku diminta presiden untuk kembali menjadi menteri.

“Bapak Airlangga Hartarto, sebagai Menko Perekonomian. Saya kira akan ada terobosan dan bisa sinergikan antar kementerian sehingga ada ruang kerja yang baik,” kata Jokowi saat mengumumkan nama Airlangga Hartarto menjadi Menko Perekonomian dalam Kabinet Indonesia Maju di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Bukan Pertama Kali Jadi Menteri

Menjabat posisi menteri memang bukanlah hal baru bagi Airlangga Hartarto. Pria kelahiran Surabaya, 1 Oktober 1962 ini sebelumnya merupakan Menteri Perindustrian di Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla.

Baca Juga  Tiket Pesawat Murah Saat Pandemi Sudah Tidak Ada

Airlangga terpilih sebagai Menteri Perindustrian melalui proses reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Jokowi pada tahun 2016. Airlangga menggantikan Saleh Husin.

Darah menteri ternyata ‘menurun’ dari sang ayah, Hartarto Sastrosoenarto yang pernah menjadi menteri di era Orde Baru. Jabatan sebagai Menteri Perindustrian pernah didudukinya pada Kabinet Pembangunan IV (1983-1988) dan Kabinet Pembangunan V (1988-1993). Selain itu, sang ayah juga pernah menjadi Menteri Koordinator Bidang Produksi dan Distribusi (Menko Prodis) pada Kabinet Pembangunan terakhir (1993-1998).

Riwayat Pendidikan

Airlangga Hartarto pernah mengenyam pendidikan di SMA Kolese Kanisius, Jakarta pada tahun 1981. Setelah lulus, suami Yanti K. Isfandiary ini melanjutkan ke bangku kuliah di Fakultas Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada tahun 1987. Setelah lulus, Airlangga berkuliah lagi di AMP Wharton School, University of Pennsylvania, Philadelphia, Amerika Serikat, pada tahun 1993.

Setelah itu, gelar MBA (Master of Business Administration/S2) didapatnya dari Monash University Australia pada tahun 1996 dan MMT (Master of Management Technology) dari University of Melbourne, Australia, pada tahun 1997.

Semasa di bangku sekolah dan kualiah, Airlangga sudah punya pengalaman berorganisasi. Bapak delapan anak ini pernah menjadi Wakil Ketua OSIS SMA Kanisius dan kemudian tepilih menjadi Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UGM. Ketua Barisan Muda KOSGORO pun pernah dijabatnya pada tahun 1957.

Baca Juga  Mulai dari Nol, Berikut Tugas Utama Nadiem Makariem dari Mantan Mendikbud Muhadjir Effendy

Latar Belakang Pengusaha

Sebelum terjun ke kancah politik Indonesia, Airlangga Hartarto adalah seorang pengusaha. Arek Suroboyo ini tercatat memiliki banyak bisnis di berbagai perusahaan, seperti PT Graha Curah Niaga yang bergerak di bidang agraria, PT Jakarta Prime Crane, dan PT Bisma Narendra.

Nama Airlangga sempat tercatat sebagai Presiden Komisaris di PT Fajar Surya Wisesa Tbk, Bekasi, tahun 1987, sesaat setelah lulus dari UGM. Kemudian, Airlangga menjabat sebagai Presiden Komisaris di PT Ciptadana Sekuritas, pada tahun 1994. Di tahun yang sama, pria keturunan ayah Klaten dan ibu Sukabumi ini menjabat sebagai Presiden Direktur PT Bisma Narendra. Terakhir, Airlangga menjabat sebagai Komisaris PT Sorini Corporation, Tbk pada tahun 2004.

Karier Politik

Pada tahun 2004, Airlangga Hartarto memutuskan terjun ke dunia politik dengan mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dan terpilih. Pada periode 2009-2014, Airlangga kembali terpilih sebagai anggota DPR RI.

Pada masa baktinya yang kedua itu, Airlangga ditunjuk sebagai Ketua Komisi VI DPR RI yang membidangi perdagangan, perindustrian, koperasi, UKM, dan BUMN. Airlangga terpilih untuk ketiga kalinya sebagai anggota DPR RI di masa bakti 2014-2019. Sebelum diminta menjadi Menteri Perindustrian, Airlangga terlebih dahulu menjabat sebagai Ketua Komisi DPR RI yang membidangi energi sumber daya mineral, lingkungan hidup dan riset, serta teknologi.

Baca Juga  Milenial, Sudah Pahamkah dengan GPN? Apa Fungsinya?

Karier politik Airlangga tak lepas dari kinerjanya di Partai Golkar. Setelah menjadi Ketua DPP Partai Golkar, Airlangga dipilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar pada tahun 2017.

Pengalaman Organisasi Lainnya

Selain sebagai menteri, anggota DPR RI, dan Ketua Umum Partai, Airlangga Hartarto pun sudah kenyang pengalaman berorganisasi. Tak hanya menjadi anggota, pria lima bersaudara ini juga didapuk sebagai ketua.

Sebagai seorang insinyur, Airlangga pernah menjadi Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) periode (2006-2009), Ketua Dewan Insinyur PII (2009-2012). Selain itu, sebagai alumni, Airlangga juga pernah menjadi anggota Majelis Wali Amanah, Universitas Gadjah Mada (UGM) selama dua periode hingga tahun 2012. Jabatan Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2005-2008, 2008-2011, dan 2011-2014, juga pernah ditempatinya.

Tinggalkan Balasan

FXCM – Broker Kelas Dunia yang Berhasil Bangkit dari Krisis dan Mulai Bersinar

Sri Mulyani jadi Menkeu ketiga kalinya

Utang Negara Terus Bertambah, Sri Mulyani Harus Bagaimana?