in

Suharso Monoarfa, Menteri PPN Berlatar Belakang Pengusaha

Suharso Monoarfa, Menteri PPN Berlatar Belakang Pengusaha

Suharso Monoarfa mendapat tugas sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan (PPN)/Bappenas oleh Presiden Joko Widodo. Jauh sebelum masuk ke susunan Kabinet Indonesia Maju, pria berusia 65 itu merupakan seorang pengusaha.

Lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat, 31 Oktober 1954, Suharso tumbuh besar di lingkungan keluarga pengusaha sukses. Keluarganya memiliki marga Monoarfa, yang merupakan salah satu marga lokal yang punya garis keturunan keluarga Kerajaan Gorontalo.

Besar di Kota Malang

Dalam laman Wikipedianya, Suharso Monoarfa tercatat menempuh pendidikan dasar hingga menengah atas di Kota Malang. Suharso kecil bersekolah di SD Neger Tretes II Malang pada tahun 1966, SMP Negeri 3 Malang pada tahun 1969, dan SMA Negeri 1 Malang pada tahun 1972.

Setelah lulus SMA, Suharso melanjutkan pendidikannya di Bandung, tepatnya di Akademi Geologi dan Pertambangan, Bandung pada tahun 1973. Selang setahun Suharso kembali berkuliah, kali ini masuk ke Fakultas Planologi, Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat (1974-1978). Suharso pun sempat mengenyam pendidikan di luar negeri, yakni di EDP University of Michigan (1994).

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 11 Juni 2020

Berpengalaman Sebagai Peneliti

Suharso Monoarfa juga kenyang pengalaman dalam hal penelitian selama kurang lebih 20 tahun. Berbagai hal pernah ditelitinya dalam kurun waktu tahun 1976 hingga tahun 1996.

Berikut pengalaman Suharso dalam bidang peneltian.

1. Peneliti/Project Leader Master Plan Pengembangan Bandung Raya, Penelitian dengan Lembaga Bantuan ITB (1976).
2. Peneliti/Project Leader Survey Tingkat Kemiskinan dan Disparitas Pendapatan beberapa Kota Besar di Pulau Jawa, BRM Bandung (1978-1980).
3. Peneliti/Project Leader Studi Kelayakan Pabrik Gula di Sulawesi Utara, Tando Consultant (1981).
4. Peneliti/Project Leader Pengembangan Listrik Masuk Desa melalui Kelayakan Pembangunan Mini Hydro Plant BAPPENAS, NTB (1982).
5. Peneliti/Project Leader Pengembangan Ulat Sutra di Sulsel Nusa Consultant (1986).
6. Peneliti/Project Leader Peningkatan Usaha KUD melalui Pendekatan Single Commodity Departemen Koperasi (1987).
7. Peneliti/Project Leader Produk Unggulan dan Kebijakan Industri Nasional, KADIN (1996).

Perjalanan Karier Politik

Suharso Monoarfa merupakan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Bahkan, sebelum ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Menteri PPN, jabatan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan diembannya sejak 16 Maret 2019.

Baca Juga  Vaksin Corona ditemukan, Dolar AS Perkasa

Sebelumnya, pada tahun 2004-2009, Suharso pernah menjadi anggota DPR RI Daerah Pemilihan Gorontalo, dari PPP. Kariernya menanjak ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memilihnya sebagai Menteri Negara Perumahan Rakyat pada Kabinet Indonesia Bersatu II (2009-2011).

Saat Presiden Jokowi pertama kali berkuasa (2015-2019), Suharso diangkat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres). Barulah pada saaat Presiden Jokowi terpilih lagi, namanya mencuat sebagai Menteri PPN.

Latar Belakang Pengusaha

Dalam latar belakangnya sebagai pengusaha, nama Suharso Monoarfa tercatat pernah menjadi Direktur Penerbitan IQRA Bandung pada tahun 1979-1981. Setelah itu, posisi sebagai General Manager PT First Nabel Supply (Gobel Group) didudukinya pada tahun 1981-1982.

Sempat vakum satu tahun, pada periode 1983-1986, Suharso menjabat sebagai Direktur Pengembangan Sumber Daya Anggota KOPINDO. Lalu, jabatan Direktur Nusa Consultant juga diembannya pada tahun 1988-1991.

Setelah itu, Suharso merambah ke industri media dengan menjadi Pemimpin Usaha Harian Majalah Mobil Motor pada tahun 1991-2000. Pada waktu bersamaan, Suharso merangkap sebagai Asisten Direktur Utama PT Bukaka Teknik Utama pada tahun 1992-1994. Kemudian, jabatannya berganti menjadi Corporate Secretary PT Bukaka Teknik Utama pada tahun 1994-1996. Di waktu yang hampir bersamaan, jabatan sebagai Direktur PT Bukaka Sembawang Systems pun dirangkapnya pada tahun 1995-1998.

Baca Juga  Prediksi IHSG Setelah Stimulus dan Wall Street Hijau

Suharso pun pernah menjadi Komisaris PT Batavindo Kridanusa pada tahun 1996-2000. Rangkap jabatan sebagai Direktur PT Bukaka Telekomindo International pun dilakoninya pada tahun 1997-2000. Terakhir, sebelum terjun ke dunia politik, Suharso merupakan Komisaris Utama PT Agro Utama Global pada tahun 1999-2002.

Tinggalkan Balasan

mahasiswa melakukan trading saham

Investor Reksa Dana Mau Beralih ke Saham? Wajib Simak Ini Dulu! (Part 1)

Investor Reksa Dana Mau Beralih ke Saham? Wajib Simak Ini Dulu! (Part 2)