in

Sepekan Jokowi Dilantik Presiden, Dolar AS Bergerak Stabil

tips Menghindari Kehancuran dalam Masa Resesi Ekonomi
awal pekan nilai tukar rupiah melemah

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini berada di level Rp 14.015. Angka tersebut tercatat lebih rendah, dibanding dengan posisi pada penutupan perdagangan, tepatnya pada Jumat (25/10) pekan lalu. Dimana pada pekan lalu nilai dolar masih bertengger di level Rp 14.037. Demikian dikutip dari data perdagangan Reuters, Senin (28/10/2019). Hingga pukul 09.35 WIB pagi ini, dolar AS masih tercatat bergerak stabil di level Rp 14.020.

Selain itu nilai Rupiah masih terpantau berada diposisi yang paling kuat menekan mata uang negeri Paman Sam pagi ini. Selain itu tercatat juga beberapa mata uang lain yang turut menekan dolar AS. Diantara lainnya ialah mata uang baht won Korsel dan peso Filipina. Sementara itu yang berhasil ditekan di antaranya baht Thailand, dolar Kanada, dolar Australia. Sementara rupiah terpantau menguat terhadap mayoritas mata uang negara utama lainnya. Baht Thailand, dolar Kanada, dan yen Jepang tercatat yang paling kuat ditekan pagi ini.

Baca juga: Gaji Menteri Kabinet Indonesia Maju Lebih Kecil Dibanding Gaji DPR?

Baca Juga  Bagaimana Kabar Rupiah Setelah Pertemuan Jokowi - Prabowo?

Jika diruntut dalam sepekan terakhir, dolar AS tercatat bergerak stabil di bawah level Rp 14.029-14.078. Artinya, sejak pelantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk periode 2019-2014 pada 20 Oktober 2019 lalu, dolar AS bergerak stabil di bawah level Rp 14.100. Dari data RTI, dolar AS tercatat turun 20 poin (0,14%) terhadap rupiah per pukul 09.40 WIB. Dolar AS berada di level Rp 14.015.

Cita-cita Jokowi

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, pasca dilantik menjadi orang nomor satu di Indonesia dan secara resmi telah menyusun para kabinet barunya Jokowi optimis Indonesia masuk 5 besar ekonomi dunia.  Jokowi memaparkan bahwa cita-cita yang ditargetkan dalam lima tahun ke depan adalah membawa Indonesia keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah. Di samping itu, ia juga memiliki cita-cita agar Indonesia bisa menjadi negara maju dengan pendapatan Rp 320 juta per kapita per tahun. Yang mana setara dengan Rp 27 juta per kapita per bulannya.

Baca juga: Jokowi Yakin Tahun 2045 Indonesia Masuk 5 Besar Ekonomi Dunia

Baca Juga  Trading Halt Hampir Terjadi Lagi di Perdagangan Hari Ini

Tinggalkan Balasan

Bos Gojek Indonesia Dipanggil Jokowi, Jadi Menteri Apa?

Gojek Ditinggal Nadiem, Apakah Jadi IPO ?

Manfaat Bekerjasama dengan Broker Forex

5 Broker Forex yang Menyediakan Website Forex Gratis Tanpa Deposit