in

Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian yang Bukan Sarjana Pertanian

Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian yang Bukan Sarjana Pertanian
Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian yang Bukan Sarjana Pertanian

Posisi Menteri Pertanian dalam susunan Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 diberikan Presiden Joko Widodo kepada Syahrul Yasin Limpo. Keputusan itu cukup mengejutkan, mengingat tak ada data akurat yang menyebutnya memiliki titel sebagai Sarjana Pertanian.

Syahrul yang sebelumnya menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Selatan 2008-2018 itu justru memiliki keahlian di bidang hukum. Di belakang namanya, terpampang gelar SH (Sarjana Hukum).

Latar Belakang Pendidikan

Lahir di Makassar, 16 Maret 1955, Syahrul Yasin Limpo mengenyam pendidikan dasar di SD Negeri Mangkura-Makassar pada tahun 1967. Kemudian, Syahrul melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 6 Makassar pada tahun 1970, dan SMA Katolik Cendrawasih Makassar pada tahun 1973.

Setelah lulus SMA, Syahrul melanjutkan ke bangku perguruan tinggi, tepatnya di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (S-1) pada tahun 1983. Setelah mendapatkan gelar SH, Syahrul mengambil S-2 di Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN) pada tahun 1999. Lalu, di tahun 2004, Syahrul masuk di Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin (S2). Setelah itu, Syahrul kembali melanjutkan kuliah di Pasca Universitas Hasanuddin pada tahun 2008, kali ini mengambil program S-3.

Baca Juga  Sah! Nadiem Makarim jadi Mendikbud

Pengalaman Sebagai Birokrat

Sebelum menjadi Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo punya segudang pengalaman sebagai birokrat. Politisi Partai Nasdem (Nasional Demokrat) ini diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 1980. Setelah itu, Syahrul menjadi Kepala Seksi Tata Kota (1982), Kepala Sub Bagian Perangkat IV & V PD Biro Pemerintahan Umum (1983), Kepala Wilayah Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa (1984).

Syahrul juga pernah menjadi Kepala Bagian Pemerintahan Setwilda Tk. I Sulsel (1987), Kepala Bagian Pembangunan Setwilda Tk. I Sulsel (1988), Kepala Bagian Urusan Generasi Muda & OR Setwilda Tk. I Sulsel (1989), Sekretaris Wilayah Daerah Tk. II Kabupaten Gowa (1991), Kepala Biro Humas Setwilda Tk. I (1993).

Pria yang pernah menjadi kader Partai Golkar dan PDI Perjuangan ini terpilih menjadi Bupati Kepala Daerah Tk. II Kabupaten Gowa selama dua periode (1994-1998 dan 1998-2002). Setelah itu, Syahrul menjadi Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (2003-2008). Barulah pada tahun 2008, Syahrul naik jabatan menjadi Gubernur Sulawesi Selatan (2008-2018).

Aktif Berorganisasi

Segudang pengalaman berorganisasi juga pernah dirasakan Syahrul Yasin Limpo sebelum ditunjuk menjadi Menteri Pertanian. Bapak tiga anak itu pernah menjadi Sekretaris DPP KNPI Sulsel (tahun 1990-1993).

Baca Juga  Sambut Susunan Menteri Jokowi, Ini Deretan Saham Pilihan

Selain itu, Syahrul pun pernah menjadi Ketua DPP AMPI Sulsel (1993-1998), Sekretaris SPP Golkar Sulsel (1993-1998), Wakil Ketua APKASI Pusat, Ketua FKPPI Sulsel (2004-2008), Ketua FORKI Sulsel (2004-2008). Syahrul juga pernah didapuk menjadi Ketua Kwarda Gerakan Pramuka (2004-sekarang), Ketua Kosgoro 57 (1998), Ketua ORARI Sulsel, Ketua DPD I Golkar Sulsel (2009-2018), Ketua DPP Partai NasDem (2018-sekarang).

Penghargaan dari SBY

Syahrul Yasin Limpo tercatat menjadi salah seorang pejabat Gubernur Sulawesi Selatan yang pernah menerima penghargaan dari Presiden RI saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono. Penghargaan itu disebut Bintang Maha Putera Utama bidang Pertanian.

Bisa jadi, penghargaan tersebut yang menjadi salah satu alasan mengapa Presiden Jokowi menunjuk Syahrul menjadi Menteri Pertanian, meski tak punya gelar Sarjana Pertanian. Yang jelas, ketika itu, sebagai Gubernur Sulsel, Syahrul dinilai mampu memenuhi pangan untuk 17 provinsi.

Tinggalkan Balasan

generasi sandwich di indonesia

Indonesia Tak Asing dengan Generasi Sandwich

IHSG menghijau dan Rupiah menguat

Perhatikan Beta Sahamnya Agar Dapat Cuan!