in

Trading berdasarkan Sentimen Twitter – Penawaran Baru eToro untuk Cryptocurrency Trading

Dunia perdagangan cryptocurrency selama ini tidak memiliki histori panjang ataupun indikator fundamental jelas, seperti pada forex dan saham. Sentimen sosial menjadi sebuah penanda penting yang diandalkan oleh para trader. Salah satunya menangkap informasi dan pemberitaan yang bersliweran di media sosial, termasuk pada platform ternama, Twitter.

 

Sebagai salah satu jejaring social trading dunia, eToro mengoptimalkan peluang ini sebagai upaya memantapkan bisnis mereka. Dilansir dari informasi resmi melalui akun Twitter mereka, eToro mengumumkan kerja sama CopyPortfolio Partnership dengan The TIE, sebuah perusahaan riset khusus di bidang cryptocurrency

 

Tujuan kerja sama ini adalah memanfaatkan sentimen ratusan juta cuitan di Twitter untuk cryptocurrency – atau dinamakan The Crypto Twitter – yang dibentuk melalui algoritma khusus hasil proses perangkat pembelajaran pengembangan The TIE. Sentimen ini selanjutnya dijadikan dasar pemilihan portofolio. Lewat LongOnly CopyPortfolio, para pengguna eToro dapat melakukan trading dan memilih strategi yang cocok, didasarkan pada sentimen positif.

 

“Secara tradisional, investor ritel kerap terbelakang secara historis dalam hal mendapatkan data dan perangkat yang tersedia untuk menganalisa pasar. Tentu saja ini adalah sebuah kerugian besar,” tutur Guy Hirsch, Managing Director eToro kawasan AS, dilansir dari situs resmi eToro.

 

Baca Juga  Bukalapak PHK Ratusan Karyawan, Saham EMTK Anjlok

“Mendukung tren cryptocurrency dan teknologi desentralisasi, kami meyakini bahwa menawarkan perangkat taraf institusional kepada setiap investor akan meningkatkan level trading dan membuat iklim investasi menjadi lebih demokratis,” lanjut Hirsch. 

 

Bentuk perangkat dari The TIE ini sebenarnya mirip dengan penyedia trading signals lainnya, hanya saja sinyal-sinyal yang diteliti tidak berkaitan dengan analisis teknikal atau faktor fundamental. Crypto Twitter akan tetap menangkap pergerakan pasar secara umum, meskipun tidak melulu mengacu kepada pergerakan harga cryptocurrency. Sejauh ini perangkat The TIE tercatat menghasilkan return sebesar 281 persen (dipotong segala biaya) sejak peluncuran strategi ini di bulan Oktober 2017.

 

Diharapkan sentimen Twitter ini dapat memberikan dasar kuat untuk kesuksesan cryptocurrency trading yang terkenal volatile, dengan harga cenderung sulit diprediksi. Di tahun 2020 mendatang, eToro merencanakan untuk mengeluarkan dua strategi CryptoPortfolio dari The TIE, yaitu strategi Long-Short dan Market-Neutral

Tinggalkan Balasan

ciri penipuan forex

Siapkan Berkasmu! 11 November Rekrutmen CPNS Dibuka!

Fakta dibalik mitos investasi saham

Enaknya Beli Saham Langsung Borong atau Dicicil?