in

Gawat! Hong Kong Sudah Resesi, Apakah Berimbas ke Indonesia?

Resesi Ekonomi

Hong Kong sudah resmi dinayatakan mengalami resesi eknomi. Pada tiga bulan ketiga tahun ini, perekonomian Hong Kong diketahui membukukan kontraksi sebesar 3,2% secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ). Lantas, apakah hal ini berimbas ke Indonesia?

Baca juga: Sudah Adakah Pertanda Resesi Ekonomi 2020?

Resesi di Hong Kong

Sebelum pembacaan untuk data pertumbuhan ekonomi Hong Kong periode kuartal III-2019 dirilis, pemerintahnya memang sudah memperkirakan akan adanya resesi di Hong Kong.

“Dampak (dari aksi demonstrasi) terhadap pereknomian kita signifikan,” tulis Chan dalam sebuah postingan di blog, dikutip dari CNBCIndonesia.

Bahkan para ekonom juga sudah memprediksi adanya resesi, namun prediksi mereka jauh dari antisipasi, yakni hanya berada di level 0,6%. Namun, kenyataanya sudah terkoreksi hingga 3,2%

Apa dampaknya bagi Indonesia?

Ketika perekonomian Hong Kong sudah amburadul, kira-kira apakah berimbas ke perekonomian Indonesia? jika negara itu merupakan negara dengan nilai perekonomian yang besar, maka laju perekonomian ekonomi dunia juga akan terganggu.

Baca juga: Trik Jitu Investasi Melawan Resesi Ekonomi Part 1

Baca Juga  Trik Jitu Investasi Melawan Resesi Ekonomi Part 2

Berdasarkan World Economic Outlook edisi April 2018, Hong Kong termasuk deretan negara dengan nilai perekonomian terbesar ke-35 di dunia.

Dampak Ekspor ke Hong Kong

Indonesia telah membukukan telah melakukan ekspor barang senilai US$ 180,2 miliar. Dan total ekspor barang ke Hong Kong senilai US$ 2,56 miliar pada tahun 2018.

Presentasenya mungkin hanya 1,4% dari total ekspor barang Indonesia pada tahun 2018 dikirimkan ke Hong Kong.

Dampak ke Investor Hongkong

Faktanya, Hong Kong adalah investor penting bagi Indonesia. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat bahwa realisasi PMA pada tahun 2018 adalah senilai US$ 29,3 miliar, di mana sebanyak US$ 2 miliar datang dari investor asal Hong Kong. Nilai tersebut setara dengan 6,8% dari total realisasi PMA pada tahun 2018.

Baca juga: Utang Negara Terus Bertambah, Sri Mulyani Harus Bagaimana?

Kemudian, pada tahun 2019 semakin signifikan. BKPM membukukan bahwa 8,2% atau senilai dengan US$ 1.7 miliar dari total US$ 21,2 miliar disuntik investor dari Hong Kong.

Baca Juga  Omzet Mukena Mencapai 17,5 Miliar, Syahrini Disenggol Ditjen Pajak

Jadi, resesi Hong Kong sangat berpengaruh bagi nasib investasi di Indonesia. Kalau berbicara mengenai penanaman modal, peran investor asal Hong Kong terbukti penting bagi Indonesia.

 

Tinggalkan Balasan

Pedoman 3 S yang Harus Diketahui Trader Forex

Pedoman 3 S yang Harus Diketahui Trader Forex

BPJS Kesehatan

Iuran Naik, Dirut BPJS: Lebih Murah Dibanding Harga Pulsa