in

Iuran Naik, Dirut BPJS: Lebih Murah Dibanding Harga Pulsa

BPJS Kesehatan

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi ldris berpendapat, bahwa iuran yang naik tersebut masih tetap lebih murah dibandingkan harga pulsa.

“Yang kalau kita bicara perbandingan, lebih murah dari pulsa,” jelasnya dikutip dari Detik.com

Lebih lanjut ia menambahkan jika iuran BPJS Kesehatan yang naik tersebut dibayar harian, maka akan kelihatan keterjangkauannya. Di mana peserta hanya perlu membayar dalam sehari Rp 5.000-Rp 6.000 saja. Untuk kelas I, Rp 3.000-Rp 4.000, untuk kelas II, dan tidak lebih dari Rp 2.000 untuk kelas III.

Baca juga: Sah! Iuran BPJS Kesehatan Naik Dua Kali Lipat

Pemerintah Merugikan Masyarakat?

Fachmi juga menjelaskan bahwa salah apabila ada yang beranggapan jika pemerintah ingin merugikan masyarakat dengan menaikkan asuransi Kesehatan ini. Selain itupun pihaknya menyatakan bahwa pemerintah masih memberi subsidi bagi Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan bukan pekerja alias peserta mandiri meskipun mereka terdampak kenaikan iuran mencapai 100%.

“Kalau ada yang menyatakan pemerintah zalim, pemerintah membuat rakyat makin menderita, pemerintah kemudian menyengsarakan masyarakat itu tidak. Justru pemerintah hadir,” tambahnya.

Baca Juga  Asuransi Kesehatan Terbaik? Ini Dia Kriterianya! (Part 2)

Sebagai gambaran, penyesuaian yang dilakukan membuat iuran BPJS Kesehatan untuk peserta mandiri kelas I sebesar Rp 160.000. Sementara untuk kelas II Rp 110.000, kelas III Rp 42.000. Angka tersebut menurut Fachmi masih berada di bawah yang seharusnya. Padahal berdasarkan hitung-hitungan, semestinya kenaikan ini, untuk peserta mandiri kelas I Rp 274.204, kelas II Rp 190.639, kelas III Rp 131.195.

“Kenapa kemudian kita lihat bahwa pemerintah, Presiden masih memberikan subsidi kepada bukan peserta penerima upah karena program ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,”. Pungkasnya.

Baca juga: Cara Mudah Cek Tagihan dan Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan iuran BPJS Kesehatan per 1 Januari 2020 akan naik sebesar dua kali lipat. Kenaikan iuran ini diperuntukkan bagi Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja. Keputusan ini telah tertulis dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan yang diteken Jokowi pada 24 Oktober 2019.

Baca Juga  Potensi Rupiah Bakal Menguat Jikalau Pasar Buka Hari Ini

Tinggalkan Balasan

Resesi Ekonomi

Gawat! Hong Kong Sudah Resesi, Apakah Berimbas ke Indonesia?

Aplikasi Trading Terpercaya di Fullerton Markets