in

Mengapa Negara-Negara Ini Membuang Dolar AS?

Beberapa negara besar membuang dolar AS

Deretan negara besar ini ingin mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat (AS) dengan cara memakai mata uang lokal dalam transaksi. Deretan negara tersebut seperti Rusia, China, dan Uni Eropa.

Baca juga: Gawat! Hong Kong Sudah Resesi, Apakah Berimbas ke Indonesia?

Penyebab utama membuang Dolar AS

Banyak sekali negara-negara yang memiliki ikatan bisnis yang tinggi dengan Amerika Serikat (AS), yang mana membuat mereka menjadi ketergantungan pada Negeri Paman Sam ini.

Banyak pelaku pasar yang lebih nyaman bertransaksi dengan menggunakan uang dolar. Hal ini dikarenakan nilai dolar AS cenderung lebih stabil dibandingkan mata uang lainnya, sehingga enak untuk dijadikan alat investasi.

Faktanya, dikutip dari CNBCIndonesia, menurut Anne Korin, co-director di think tank energi dan keamanan dari Institute for Analysis of Global Security, ketika dolar AS digunakan atau transaksinya diselesaikan melalui bank Amerika, maka entitas harus tunduk pada yurisdiksi AS. Lebih dari itu, bahkan ketika transaksi tersebut tidak ada kaitannya dengan AS

Baca juga: Riwayat BPJS yang Tak Kunjung Sehat

Baca Juga  Harga Emas Melonjak Selama Mei, Bagaimana Juni?

Hal tersebut tentu membuat banyak negara besar di dunia seperti China, Rusia dan Uni Eropa mulai berpikir untuk ‘membuang’ dolar.

“Negara-negara paling berpengaruh (major movers) seperti China, Rusia dan Uni Eropa memiliki motivasi yang kuat untuk melakukan de-dolarisasi,” kata Korin, dikutip dari CNBCIndonesia.
Contoh dari betapa besarnya pengaruh dolar yang disebutkan oleh Korin datang dari megara Iran. Pihak AS mengundurkan diri secara sepihak dari perjanjian nuklir Iran 2015 pada tahun 2018.

Setelah menjatuhkan sanksi pada Iran, AS bahkan juga melakukan ancaman pada warga negaranya. Yakni mengancam akan menghukum perusahaan domestik dan perusahaan asing yang beroperasi di negara tersebut dan melakukan aktivitas bisnis dengan Iran.

Baca juga: Maret 2020 Dibangun, Bandara Kediri Dapat Suntikan Dana dari Gudang Garam

Dampak dari keputusan sepihak ini yakni berbagai perusahaan banyak yang menunda atau membatalkan bisnisnya dengan Iran. Salah satu yang paling terdampak adalah perusahaan-perusahaan dari negara-negara Eropa.

Namun sayangnya, jika banyak negara menjual dolar, maka nilainya akan melemah. Hal ini dapat mempengaruhi mata uang negara lainnya, terutama yuan China.

Baca Juga  Rupiah Merosot Sedikit Pagi Ini ke Rp.14.125

Tinggalkan Balasan

Aplikasi Trading Terpercaya di Fullerton Markets

gaji kementerian

CPNS 2019 Dibuka, Kementerian Ini yang Punya Gaji & Tunjangan Tertinggi!