in

Mulai Dari Lem Aibon, Desa Hantu Hingga Impor Pacul! Alangkah Lucunya Negeriku Ini

Akhir-akhir ini, Indonesia telah diricuhkan dengan anggaran-anggaran aneh yang terdengar sangat lucu atau bahkan miris. Anggaran yang terdengar ganjal ini bahkan membuat Menkeu Sri Mulyani langsung turun tangan dan Presiden Jokowi merasa malu. Anggaran tersebut mencakup lem aibon, desa hantu hingga impor pacul.

Baca juga: Utang Negara Terus Bertambah, Sri Mulyani Harus Bagaimana?

Anggaran aneh di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Dalam beberapa hari terakhir ini, media telah seringkali menyorot rencana anggaran DKI tahun 2020 . Pasalnya banyak sekali keanehan yang ditemukan dalam Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Anggaran-anggaran ganjal dan yang perlu dikaji ulang lagi mencakup beberapa hal. Yakni biaya influencer Rp 5 miliar, jalur sepeda Rp 73 miliar, pengadaan lem aibon Rp 82,8 miliar, hingga anggaran ballpoint di Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jaktim sebesar Rp 124 miliar.

‘Desa Hantu’ penyedot dana desa

Selain lem aibon yang menghabiskan miliaran, ditemukan juga fenomena ‘desa hantu’ atau desa fiktif yang disinyalir menikmati aliran dana desa. Disebut desa hantu karena sebenarnya desa tersebut tidak ada, namun dicatat agar mendapatkan anggaran dana desa. Kasus ini diungkapkan langsung oleh Menkeu Sri Mulyani.

Baca Juga  Mudik Gratis Bareng BUMN, Berikut Cara Daftarnya

Baca juga: Sri Mulyani Kejar Pajak Netflix dan Spotify

Untuk mengulik lebih lanjut, pihak Istana Kepresidenan pun mengaku tengah mengumpulkan data mengenai keberadaan desa tersebut benar adanya atau hanya cerita belaka.

“Kami sedang kumpulkan data. Karena dari pihak Menkeu pernyataan demikian, kami kumpulkan data, apakah nyata ada di lapangan,” kata Juru Bicara (Jubir) Presiden, Fadjroel Rachman, dikutip dari detikFinance.

Sebagai catatan, Kementerian Keuangan mengalokasikan anggaran dana desa sebesar Rp 70 triliun di tahun 2019. Indonesia memiliki 74.597 desa di 2019, di mana setiap desa mendapatkan anggaran sekitar Rp 900 juta.

Baca juga: Jokowi Pangkas Perizinan Demi Meningkatkan Investasi, Industri Ini Malah Gusar

Namun, rupanya hal ini dibantah keras oleh Muhammad Asri Anas Ketua Badan Koordinasi Nasional Pembangunan, Pemerintahan, dan Pemberdayaan Kemasyarakatan Desa (Bakornas P3KD).

“Apa yang berkembang di media yang menyebut ada desa fiktif yang disampaikan oleh menteri keuangan adalah bentuk kegaduhan yang mencoba memojokkan desa dan pemerintah kabupaten. Pernyataan itu menurut saya tidak benar. Mana ada desa fiktif di Indonesia. Desa yang sudah mendapatkan dana desa kan adalah desa desa yang sudah teregistrasi dan sudah mendapatkan Kode Data Wilayah Administrasi Desa sesuai Permendagri nomor 37 tahun 2017,” jelas Asri Anas, dikutip dari detikfinance.

Baca Juga  Penerimaan Pajak pada Mayoritas Sektor Ekonomi Melemah

Baca juga: Saham Petrosea (PTRO) Diborong Lo Kheng Hong

Indonesia Masih Impor Pacul dari China dan Jepang

Jokowi merasa malu karena Indonesia tercatat masih mengimpor pacul dari China dan Jepang. Sementara itu, bisa dibilang bahwa , industri di Tanah Air sudah mampu memproduksi sesuai kebutuhan yang ada.
Dilansir dari detikfinance, berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), impor pacul dari rentang waktu Januari-September 2019 mencapai US$ 101,69 ribu dengan total berat 268,2 ton.

Tinggalkan Balasan

Memperluas Bisnis ke Luar Negeri, Beranikah Anda?

Bersiaplah Shopping Lovers! Hujan Diskon di Harbolnas 2019