in

Ahok Bakal Jadi Bos Pertamina, Apa saja Tugasnya?

Ahok bakal jadi bos pertamina

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah mengajak Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok gabung ke BUMN. Keduanya telah bertemu kemarin di kantor Erick.

Dari Detik.com, Erick mengatakan bahwa Ahok bakal gabung ke BUMN pada awal Desember ini.

“Segera (ditetapkan). Mungkin di awal Desember,” kata Erick Kamis (14/11/2019).

Ahok dikabarkan akan jadi bos di BUMN Migas PT Pertamina. Hal ini dibenarkan oleh internal Kementerian BUMN soal rencana pengangkatan Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina.

Rencananya, ia resmi menjabat Komisaris Utama Pertamina menggantikan Tanri Abeng pada akhir November ini.

Jika benar Ahok benar jadi bos Pertamina, apa saja tugas yang harus dia emban? berikut ini adalah rincian tugas dan kewajiban yang harus dilakukan bos PT. Pertamina

Tugas dan Kewajiban Komisaris Utama Pertamina

Berdasarkan dokumen tentang Dewan Komisaris Pertamina per 31 Desember 2018 di situs Pertamina, Dewan Komisaris memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

1. Dewan Komisaris juga memiliki kewajiban untuk:
Mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan, Anggaran Dasar dan keputusan RUPS serta bertindak profesional.

Baca Juga  CPNS 2019 Dibuka, Kementerian Ini yang Punya Gaji & Tunjangan Tertinggi!

2. Melakukan tugas pengawasan terhadap kebijakan Direksi dalam melaksanakan pengurusan Perseroan termasuk pelaksanaan Rencana Jangka Panjang Perusahaan, Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan serta ketentuan-ketentuan Anggaran Dasar dan keputusan RUPS dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3. Memberikan nasihat kepada Direksi dalam melaksanakan kepengurusan Perseroan dan tidak dimaksudkan untuk kepentingan pihak/golongan tertentu.

4. Menyusun pembagian tugas antar anggota Dewan Komisaris.

5. Meneliti dan menelaah serta menandatangani Rencana Jangka Panjang Perusahaan, Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan yang disiapkan Direksi sesuai ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.

6. Menyusun program kerja tahunan Dewan Komisaris dan dimasukkan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan.

7. Meneliti dan menelaah laporan berkala dan laporan tahunan yang disiapkan Direksi serta menandatangani laporan tahunan.

8. Melaporkan kepada Perseroan mengenai kepemilikan sahamnya dan/atau keluarganya pada perusahaan yang bersangkutan dan perusahaan lain, termasuk setiap perubahannya.

9. Mengusulkan kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) penunjukan Auditor Eksternal yang akan melakukan pemeriksaan atas buku-buku Perseroan.

10. Memantau efektivitas praktik Good Corporate Governance antara lain dengan mengadakan pertemuan berkala antara Dewan Komisaris dengan Direksi untuk membahas implementasi Good Corporate Governance.

11. Melaksanakan kewajiban lainnya dalam rangka tugas pengawasan dan pemberian nasihat, sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, Anggaran Dasar dan/atau keputusan RUPS.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 20 Maret 2020

Tinggalkan Balasan

oversold dan overbought

Jenis – jenis Saham yang Ditawarkan di Pasaran

Ketahui Jenis Kartu Kredit Berdasarkan Zona Berlakunya

Memiliki Lebih dari 1 Kartu Kredit? Ini Manfaatnya!