in

Wow! Investasi Asing Sebesar US$ 163 miliar Akan Guyur RI!

Beberapa negara besar membuang dolar AS

Angin segar datang perekonomian Indonesia, dimana investasi asing akan guyur RI hingga 4 tahun ke depan. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Menurutnya data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), senilai US$ 163 miliar berpotensi besar masuk ke RI hingga tahun 2023 kedepan. Jika dikruskan kedalam mata uang Indonesia (Rp 14.000), itu seniali Rp 2.292 trilun.

“Tadi kita mengharmonisasi ya. Sebenarnya berapa sih di pipeline itu angka investasi sekarang yang bisa terjadi dalam 4 tahun ke depan ini? Yang sudah ada di sini ternyata hampir US$ 163 miliar. Jadi angka yang sangat besar sekali,” ungkap Luhut dikutip dari detik.com.

Menurut Luhut, hampir seluruh nilai investasi ini telah tercatat di Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM. Bahkan, ia memastikan BKPM telah mengeluarkan izin investasi kepada para penanam modal tersebut.

Baca juga: Keuntungan Investasi Reksadana di Bukalapak

Jenis Investasi

Selanjutnya, Luhut menjelaskan bahwa kementeriannya bersama BKPM telah melakukan pengelompokan investasi asing tersebut berdasarkan sektornya. Setidaknya ada empat jenis investasi, yakni energi, pariwisata, infrastruktur, dan hilirisasi.

Baca Juga  Pentingnya Menyusun Strategi News Trading

“Sekarang satu per satu kita kelompokkan ada tadi bicara ke energi, ada yang bicara tourism, ada juga tadi bicara infrastruktur, hilirisasi, jadi tadi kita kelompokkan. Nah setiap item ini kita inventarisasi satu per satu,” jelas Luhut lebih lanjut.

Adapun persentasenya, dari total investasi Rp 2.292 triliun itu, hampir 50% menyuntik ke sektor energi di Indonesia, dan sekitar 23-25% menyuntik ke industri hilir.

Baca juga: Pendaftaran Dibuka Hari ini, 20.000 Orang Serbu Portal CPNS

Perusahaan Asing Penyuntik Modal

Beberapa perusahaan asing yang menyuntikkan modalnya ke Indonesia di antaranya China Petroleum Corporation (CPC Taiwan), Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), dan Mubadala (Uni Emirat Arab).

“Jadi sudah ada beberapa yg kita sisir, menyangkut misalnya seperti CPC itu, Mubadala, ADNOC mau masuk dari Abu Dhabi,” imbuh dia.

Luhut menjelaskan, dalam investasi-investasi tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan untuk sejalan dengan omnibus law yang tengah digodok pemerintah.

“Presiden sudah kasih perintah bahwa apa yang bisa diakomodasi dengan tadi gunakan omnibus law kita akan jalan jauh lebih cepat dari pada tahun-tahun yang lalu,” tukas Luhut.

Baca Juga  Ketahui 4 Jenis Reksadana ini Sebelum Investasi

Luhut juga memastikan bahwa semua investasi tersebut tak terkendala dengan regulasi di Indonesia. Artinya, perizinannya tak akan dipersulit.

Tinggalkan Balasan

Keuntungan Trading di Broker Monex

Keuntungan Trading di Broker Monex

Ragam Investasi

Ragam Investasi yang Perlu Anda Coba di Akhir Tahun