in

Heboh Investasi Bodong Kampoeng Kurma! Simak Cara Menghindarinya!

PT Investasi Kampoeng Kurma tengah menjadi bahan perbincangan publik. Investasi berkonsep syariah dan anti riba ini ternyata bodong alias abal-abal. Kampoeng Kurma telah ditetapkan oleh satuan tugas (satgas) waspada investasi sebagai entitas bodong alias ilegal.

Kejadian ini mulai menjadi ramai diperbincangkan publik setelah banyak masyarakat yang merasa telah menjadi korbannya. Uang mereka lenyap. Awal mulanya, masyarakat diberikan tawaran yang menjanjikan. Yakni imbal hasil yang tinggi dalam waktu singkat. Namun, kenyataannya, tanah kavling yang ditunggu tak kunjung juga berubah jadi kebun kurma.

Hati-hati dengan penawaran investasi ilegal

Ketua satgas waspada investasi, Tongam Lumban Tobing menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dengan penawaran investasi ilegal. Apalagi yang bermodus penanaman pohon, perkebunan dan sejenisnya masih kerap terjadi.

Baca juga: Sederhanakan Perijinan dan Investasi, ini yang Harus disiapkan Omnibus Law

“Kami imbau masyarakat agar hati-hati karena investasi ilegal itu tidak ada transparansi terkait penggunaan dana yang digunakan untuk menanam,” ujar Sarjana Hukum Universitas Sumatera utara ini, dikutip dari detikfinance.

Baca Juga  Bagaimana Kelanjutan Ratas Investasi dengan Jokowi?

Poin utama yang dijelaskan Tongam yakni sebelum melakukan investasi, sebaiknya terlebih dahulu masyarakat memperhatikan perizinan usaha dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan. Di Indonesia ada OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang bertugas melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan, pasar modal dan IKNB (Industri Keuangan Non Bank )

“Lalu masyarakat juga harus memastikan pihak yang menawarkan produk investasi itu memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar,” jelas pria kelahiran 10 Agustus 1964 ini.

Kemudian, selalu perhatikan pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawarannya. Contohnya seperti iklan, website yang telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pria yang memiliki gelar LLM Degree dari The University of Melbourne ini  juga meminta kepada masyarakat apabila menemukan tawaran investasi yang mencurigakan, dapat mengkonsultasikan atau melaporkan kepada Kontak OJK 157. Adapun nomor WA yang bisa dihubungi 081157157157,email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id.

Baca  juga: Ini yang Dilakukan OJK untuk Capai Target Inklusi Keuangan 2019

Baca Juga  4 Investasi Risiko Rendah yang Pemula Harus Tahu!

 

Tinggalkan Balasan

REVIEW BROKER: AGEA (AGEA International AD)

REVIEW BROKER: AGEA (AGEA International AD)

Otoritas Jasa Keuangan

Kenalan dengan OJK. Sejarah dan Visi Misinya