in

Gawat! Perekonomian Indonesia Lesu: Daya Beli Menurun

5 penyakit investasi di Indonesia

Perekonomian Indonesia tampaknya terlihat lesu karena daya beli masyarakat yang kian menurun. Dikutip dari CNBCIndonesia, buktinya adalah toko-toko elektronik di Jakarta Timur sangat sepi pengunjung.

Toko Elektronik Fisik Offline dan Online Sama-sama Sepi

Faktanya, bukan toko fisik offline sajaa yang sepi, toko online juga sama. Hal itu datang dari pengakuan para pedagang online yang berjualan elektronik di sebuah platform e-commerce.

Penjualan mengalami peenurunan sejak selepas Lebaran dan musim penerimaan siswa/siswi, yang berakhir pada Juni 2019 lalu. Inilah yang dialamai oleh pemilik toko online Setia Mandiri Elektronik, Henri.

Baca juga: Bersiaplah Shopping Lovers! Hujan Diskon di Harbolnas 2019

“Penjualan sepi. Di bulan Juli dan Agustus, itu penurunan yang drastis sekitar 30-40%,” kata Henri.

Secara umum, lesunya penjualan elektronik di toko online-nya adalah bagian dari akumulasi dari kinerja marketplace. Dia mengatakan, penjualan di platform e-commerce cenderung stagnan dalam 6 bulan terakhir.

“Mungkin karena spending orang turun,” ucapnya

Perekonomian Indonesia Melambat

Rupanya perekonomian Indoesia terus mengalami penurunan alias lesu. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,07% secara year on year (YoY) pada kuartal I, kemudian turun menjadi 5,05% YoY pada kuartal II dan turun lagi menjadi 5,02% (YoY) pada kuartal III tahun ini.

Baca Juga  Iuran Naik, Dirut BPJS: Lebih Murah Dibanding Harga Pulsa

Baca juga: Iuran Naik, Dirut BPJS: Lebih Murah Dibanding Harga Pulsa

Tercatat bahwa konsumsi rumah tangga menyumbang 56,52% dari pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada kuartal III-2019. Hawa penurunan konsumsi, juga terlihat dalam periode tersebut. Di manan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mencerminkan bahwa optimisme masyarakat terhadap perkonomian dalam negeri terus tergerus.

Angka IKK terus saja lengser dalam lima bulan terakhir. Pada Oktober 2019, yakni sebesar 118,4, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 121,8. Angka IKK pada Oktober 2019 juga lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 119,2.

Selain itu, penjualan ritel RI juga tumbuh minimalis. Bank Indonesia (BI) mengumumkan sepanjang September tahun ini, penjualan ritel hanya dapat tumbuh 0,7% YoY.

Melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 1,1% dan menjadi laju terlemah sejak Juni 2019.

Baca juga; CPNS 2019 Dibuka, Kementerian Ini yang Punya Gaji & Tunjangan Tertinggi!

Tinggalkan Balasan

Keuntungan Trading di Broker AGEA (AGEA International AD)

Keuntungan Trading di Broker AGEA International AD

Sudahkah Anda Tahu Bagaimana Cara Memilih Asuransi untuk Milenial?