in

2 Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Nilai Rupiah Hari ini

kenaikan nilai rupiah

Nilai tukar rupiah bergerak menguat 16 poin atau 0,12 persen menjadi Rp13.659 per dolar AS dari sebelumnya Rp13.675 per dolar AS pagi ini (12/02/20). Nilai rupiah tersebut menguat seiring kenaikan mayoritas mata uang regional Asia.

Kenaikan mata uang Asia

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai penguatan rupiah pagi ini disebabkan oleh pernyataan Gubernur bank sentral AS Jerome Powell pada Selasa (11/2) malam yang menyebut ekonomi Negeri Paman Sam  masih kuat hingga saat ini.

“Pernyataan Jerome Powell semalam bisa memberikan sentimen positif ke aset berisiko termasuk rupiah karena ekonomi AS sebagai ekonomi terbesar di dunia masih kuat hingga saat ini, tidak ada tanda-tanda resesi,” Ariston dilansir dari Antara

Turunnya imbal hasil obligasi AS.

Faktor lain yang mendukung menguatnya nilai tukar rupiah adalah turunnya imbal hasil obligasi AS.

Senin (10/0220) kemarin, pada pukul 10.08 WIB, rupiah sendiri bergerak menguat 22 poin atau 0,16 persen menjadi Rp13.690 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.712 per dolar AS.

Baca Juga  Bursa Saham Asia Terjun Bebas di Perdagangan Hari Ini

Ariston mengatakan pasar masih dibayangi oleh kekhawatiran wabah Virus Corona dengan terus bertambahnya jumlah orang yang terinfeksi dan meninggal akibat virus tersebut. Hal itu berpotensi menekan rupiah.

“Tapi di sisi lain, tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS yang turun lagi di bawah 1,6 persen, bisa menahan pelemahan rupiah dan mungkin mendorong penguatan rupiah terhadap dolar AS,” ujar Ariston

Sementara itu Bank Sentral China People’s Bank of China (PBoC) juga baru saja dikabarkan kembali menyuntikkan dana ke pasar sebesar 100 miliar yuan atau sekitar 14,3 miliar dolar AS.

“Ini bisa memberikan sentimen positif ke pasar aset berisiko termasuk rupiah,” kata Ariston.

Meskipun nilai rupiah terus merangkak naik, di sisi lain Gubernur The Fed Jerome Powell juga menyatakan kekhawatirannya terhadap virus corona bagi pertumbuhan ekonomi global.

Penasihat keamanan gedung putih Robert O’brien, juga menekankan dampak negatif virus corona terhadap implementasi kesepakatan dagang AS-China fase satu.

Menurut Ariston, semua kejadian di atas bisa menekan rupiah sebagai aset berisiko.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 17 Maret 2020

“Rupiah masih diuntungkan karena negara kita masih belum ada orang yang dinyatakan terinfeksi virus corona,” ujar Ariston.

Baca juga:Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 12 Februari 2020

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 12 Februari 2020

Pernyataan Apple Mempengaruhi Harga Emas

Bagaimana Proporsi Investasi Emas yang Ideal?