in , ,

Harga Emas Global Tidak Stabil Karena Corona. Kenapa?

Harga emas kembali meningkat

Sejak pandemik ini mewabah di China pertengahan Januari lalu, harga emas global menjadi condong ke atas. Hal ini desebabkan oleh lesunya ekonomi China setelah terjadi pandemik ini. Karena efek Corona inilah, para investor dan pelaku pasar mencari cara untuk mengamankan portofolio mereka. Maka dari itu banyak investor mencari safe haven yang menyebabkan harga emas terdongkrak.

Efek Corona semakin luas dan merajalela. Menurut data worldmeter pada Senin siang (2/3), terindikasi ada 89,077 kasus Corona di seluruh dunia. Nigeria dan Selandia Baru juga sudah melaporkan infeksi pertama mereka.

Merosotnya Harga Emas Global

Klimaksnya adalah harga emas ditutup di level tertinggi yaitu US$1,660.42/troy ons pada 24 Februari. Akan tetapi setelah itu harga emas langsung merosot hingga ke level US$1.587,01/troy ons pada 28 Februari. Harga emas dunia melorot sekitar 3,35%.

Namun, di tengah pandemik corona ini, emas menerima tekanan jual dari para investor. Investor memutuskan untuk mencairkan emas mereka yang sudah memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Lebih lagi beberapa analis menyatakan bahwa alasan pencairan emas ini adalah untuk menyelaraskan dengan kerugian di sektor lain, terutama di sektor bursa saham global.

Baca Juga  Bisnis Rumahan di Tengah Wabah Corona Itu Adalah Trading Forex

China adalah negara dengan pembeli emas terbesar di dunia. Virus Corona yang menjadi pandemik di negeri Tirai Bambu tersebut juga menjadi faktor lain yang dikhawatirkan akan mengganggu permintaan emas di negara tersebut.  Hal ini juga menjadi sentimen negatif yang menjadi penyebab merosotnya harga emas.

Harga Emas di Indonesia

Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) selama seminggu terakhir (24-29 Februari 2020) merayap ke atas ketika harga emas global terpuruk dari level tertingginya. Pada Sabtu (29/2) lalu, harga emas kepingan milik Antam dihargai Rp. 757.000/gram. Harga ini turun sekitar Rp. 10.000 dari posisi hari Jumat.  Harga emas Antam terdongkrak sekitar 0,26% selama minggu lalu.

Meskipun tercatat ada peningkatan tipis, namun harga emas Antam tetap mengikuti harga emas global. Dalam seminggu harga emas dunia jeblok 3,56%. Hal ini menyebabkan harga emas global harus turun dari puncaknya  pada perdagangan Jumat (28 Februari 2020) lalu.

Kendati harga emas global sedang terhantam oleh tekanan jual, harga emas Antam masih solid pada titik tertingginya Sabtu lalu. Hal ini mengisyaratkan bahwa minat beli emas sebagai safe haven di dalam negeri masih tinggi.

Baca Juga  Karena Virus Corona, Dolar Tergelincir Terhadap Safe Haven
harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 02 Maret 2020

update IHSG

Rekomendasi Sektor Saham Saat Epidemi Corona