in , ,

Bunga Acuan The Fed Katrol Rupiah ke Rp14.160

kenaikan nilai rupiah

Penurunan bunga acuan The Fed mempengaruhi nilai tukar rupiah. Pada perdagangan pasar spot Rabu (4/3) pagi ini, nilai tukar rupiah merangkak naik sejumlah 0,86% atau Rp.14.160 per dolar AS. Sedangkan, saat penutupan pasar pada Selasa (3/3) kemarin rupiada ada di posisi Rp.14.282 per dolar AS.

Menurut analis Muhammad Nafan Aji Gusta Utama, ada 2 faktor yang mempengaruhi penguatan rupiah, yaitu faktor domestik dan global. Untuk faktor domestik, penguatan dipengaruhi oleh faktor makroekonomi dalam negeri yang masih apik. Sedangkan untuk faktor global, penguatan ini disokong oleh penurunan suku bunga acuan sejumlah 50% yang diimplementasikan oleh Bank Sentral Amerika Serikat.

Efek The Fed Terhadap Nilai Tukar Lain

Tidak hanya rupiah saja, namun sebagian besar mata uang di negara-negara Asia Tenggara menguat terhadap USD pada hari ini. Terlihat dolar Taiwan menguat sebesar 0,42%, ringgit Malaysia sebesar 0,58 persen dan won Korea sebesar 0,87%.

Dolar Hongkong juga mengalami penguatan sebesar, 0,05%, dolar Singapura sebesar 0,18%, baht Thailand sebesar 0,19%, dan peso Filipina sebesar 0,34%. Akan tetapi, ada pula beberapa negara yang mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,27% dan lira Turki melemah 0,06%.

Baca Juga  Ingin menjadi Pengusaha Muda? Simak Tips Berikut!

Banyak juga negara maju yang mengalami penguatan terhadap dolar AS. Euro menguat sebesar 0,01%, poundsterling Inggris menguat 0,13%, dolar Kanada sebesar 0,19% dan dolar Australia sebesar 0,41%.

The Fed, Bank Sentral AS, menetapkan pemangkasan suku bunga acuan mereka sejumlah 50 basis poin ke 1,0-1,25%. Jerome Powell, Kepala The Fed, menegaskan bahwa pemangakan tersebut adalah tindakan urgen untuk mendongkrak ekonomi Amerika Serikat.

Tindakan urgen ini juga dilaksanakan untuk menanggulangi efek virus Corona yang terjadi belakangan ini. Pandemik Corona ini telah menggencet perkembangan ekonomi Amerika Serikat. Dia tidak yakin bahwa kebijakan pengurangan suku bunga ini akan menghalau ‘infeksi’ virus Corona hingga 100%, namun dia yakin bahwa kebijakan ini akan mendongkrak ekonomi Amerika Serikat.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menanggapi keputusan yang dilakukan The Fed terhadap bunga acuan tersebut dengan tangan terbuka. Namun, ia menegaskan bahwa Bank Sentral AS harus mempersiapkan kebijakan lanjutan untuk mengurangi tekanan ekonomi yang terjadi.

Nilai Impor China Merosot Drastis Karena Corona

Pertumbuhan Pasar Australia Di Tengah Peningkatan Pengawasan Regulasi