in ,

Tarif Listrik Tidak Naik, Pemerintah Jaga Daya Beli.

Tarif Listrik Tidak Naik

Pemerintah lewat Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM menetapkan tarif listrik tidak naik sampai dengan bulan Juni mendatang. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementrian ESDM Agung Pribadi mengatakan bahwa tarif listrik untuk tarif pelanggan pengguna teganan rendah tidak berubah. Tarif yang berlaku tetap ada di Rp1.467,28 per kWH.

Penetapan Tarif Listrik

Golongan pelanggan tegangan rendah adalah pelanggan rumah tangga kecil yang memiliki daya 1.300 VA dan 2.200 VA. Rumah tangga menengah 3.500-5.500 VA dan rumah tangga besar berdaya 6.600 VA juga termasuk dalam golongan ini. Pun bisnis level menengah dengan daya 6.600 VA sampai dengan 200 kVA, kantor pemerintahan berdaya 6.600 VA sampai dengan 200 kVA dan penerangan umum.

Untuk rumah tangga dengan daya 900 VA, tarif tetap berada di Rp1.352 per kWH. Untuk pengguna golongan bisnis besar dengan daya lebih dari 200kVA dan kantor pemerintahan dengan daya diatas 200 kVA, tarif tetap Rp1.114,74 per kWH. Untuk pelanggan pengguna tegangan tinggi layaknya industri besar yang menggunakan daya lebih dari 30 MVA, tarif yang ditetapkan masih pada Rp996,74 per kwH.

Baca Juga  PLN Merugi Rp38,8 Triliun di Kuartal I 2020

Agung juga menjelaskan bahwa strategi ini dilaksanakan untuk menjaga daya beli masyarakat dan daya saing industri. Agung menyatakan juga jika melihat perkembangan dan parameter ekonomi makro sejak November 2019 hingga Januari 2020, sudah seharusnya tarif disesuaikan. Lantaran inflasi, harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, dan harga batu bara juga telah berubah. Sebagai contoh, harga batu bara pada hari ini berharga Rp783,13 per kilogram.

Dikutip dari website Kementrian ESDM, Agung menyatakan bahwa sesuai dengan parameter makro tersebut, sudah seharusnya ada penyesuaian tarif listrik. Namun pemerintah juga mempertahankan supaya tarif listrik tidak naik pada April-Juni untuk menjada daya beli dan daya saing.

Agung menambahkan, PLN jangan sampai merasa keberatan dengan strategi ini. Kementrian ESDM meminta PLN supaya melakukan efisiensi operasional dan menggiatkan penjualan tenaga listrik dengan agresif. Langkah tersebut diharapkan bisa mengefisiensi biaya produksi tenaga listrik.

Rupiah Tembus Rp15.000

Rupiah Merosot Sedikit Pagi Ini ke Rp.14.125

update IHSG

IHSG Diprediksi Melemah, Kenapa?