in ,

IHSG Diprediksi Melemah, Kenapa?

BEI hentikan trading

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melemah pada penutupan perdagangan hari ini. Banyak analis memprediksi bahwa IHSG bisa saja ditutup minggu ini di zona merah pada perdagangan Jumat (5/3). IHSG diprediksi melemah karena banyaknya investor yang melakukan aksi profit taking atau pengambilan untung. Analis juga memprediksikan profit taking yang masih “meriah” pada hari ini.

Pengambilan untung atau Profit Taking adalah aksi yang dilakukan trader untuk mengambil keuntungan. Para trader melakukan ini untuk mengambil untung dalam waktu singkat dengan mengeksploitasi kondisi tertentu. Hal ini dilakukan ketika trader mendapatkan data tentang pergerakan pasar yang sudah, sedang, akan terjadi. Dengan melakukan profit taking, trader menginginkan cuan yang lebih daripada biasanya.

Analis dari Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper menyatakan bahwa aksi ini banyak dilakukan oleh investor domestik karena pasar saham sedang menguat. Oleh karena itu, menurut Dennies, profit taking ini akan menekan pertumbuhan IHSG. Dennies juga memperkirakan IHSG akan melaju dalam rentang support 5.554-5.596 dan resistance 5.698-5.758.

Baca Juga  Kacau! Imbas Kerusuhan 22 Mei Terhadap Nilai Rupiah

Di sisi lain, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi bahwa IHSG akan “anteng” di rentang konsolidasi wajar. William menegaskan dalam risetnya bahwa perekonomian Indonesia sedang ada di kondisi stabil dan IHSG memiliki potensi untuk menguat. Kondisi ini juga diperjelas dengan perilisan data cadangan devisa pada hari ini. Berdasarkan data tersebut IHSG akan tenang pada posisi hijau.

William juga memproyeksikan bahwa IHSG akan melaju pada rentang support 5.502 dan resistance 5.722.

Sementara itu, saham-saham utama Wall Street terlihat cukup memprihatinkan. Indeks Dow Jones melorot cukup tajam sebesar 3,58% ke level 26.121. S&P 500 juga merosot 3,39% dan berada pada level 3.023. Begitupun dengan indeks Nasdaq Composite melorot 3,10% dan berada di posisi 8.738.

 

Tarif Listrik Tidak Naik

Tarif Listrik Tidak Naik, Pemerintah Jaga Daya Beli.

Harga emas kembali meningkat

Harga Emas Menguat Efek Wabah Corona