in ,

Harga Emas Menguat Efek Wabah Corona

Harga emas kembali meningkat

Harga emas menguat ke level paling tinggi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi, 6/3), di saat kecemasan akan pandemik Corona. Banyak investor  lari menuju safe-haven dan berharap ada pelonggaran kebijakan moneter yang bakal dilakukan oleh banyak bank sentral utama.

Kontrak Emas paling akrif di Bursa Comex menguat 1,52% atau 25 dolar AS. Harga emas ditutup di titik 1.668 dolar AS per ons. Hal ini disebabkan oleh banyaknya investor yang mencari safe haven ditengah wabah Corona ini. Akan tetapi emas berjangka merosot tipis sebesar 0,09% atau 1,4 dolar AS dan berada di titik 1.643 dolar AS.

Di sisi lain, pada perdagangan pasar spot, harga emas juga  meningkat 1,9% dan berharga 1.666,16 dolar AS per ons pukul 13.36 waktu setempat.

Menurut Direktur Perdagangan High Ridge Futures David Merger, pada saat ini pasar ekuitas sedang ada di bawah tekanan karena wabah Corona. Oleh karena itu banyak sekali investor mengalirkan uangnya ke aset safe haven seperti emas.

Baca Juga  Waduh, Harga Emas Antam Turun Lagi!

Merger menambahkan juga bahwa emas adalah investasi alternatif favorit bagi investor. Ia memandang emas sebagai nilai lindung klasik karena banyaknya likuiditas bank sentral di penjuru dunia.

Dari data worldometers.info, sudah tercatat ada 98.421 kasus Corona dan 3.385 korban meninggal hingga Jumat (6/3) pukul 9:43 pagi ini.

Data Moneter Internasional atau IMF menyatakan pada Rabu (4/3) bahwa wabah Corona telah meluluhkan impian untuk perkembangan ekonomi yang makin kuat. The Fed juga melaporkan bahwa wabah Corona juga mengganggu sentimen bisnis Amerika Serikat.

The Fed telah memotong suku bunga sejumlah 50 basis poin. Pun Bank Sentral Eropa berpotensi untuk memotong suku bunganya pada minggu depan.

Analis pasar senior di broker ONADA Edward Moya menjelaskan tentang argumen makro emas. Ia menyatakan bahwa virus yang menyerang perkembangan global dan rendahnya suku bunga akan mempengaruhi harga emas dan membuat harga emas menguat.

update IHSG

IHSG Diprediksi Melemah, Kenapa?

Bagaimana Cara Trading dengan Price Action?