in , ,

Juli 2020 Pasar Saham Berpotensi Meningkat

Pasar Saham Meningkat

Pasar saham diprediksi akan kembali “sehat” setelah “terinfeksi” Corona pada semester kedua 2020. Meningkatnya pasar saham akan ditopang oleh berbagai stimulus. Stimulus ini akan membuat pasar saham berpotensi meningkat. Bank Indonesia dan pemerintah akan menggenjot stimulus ini, baik dari segi fiskal dan moneter.

Pasar Saham Berpotensi Meningkat

Efek negatif dari virus Corona hanya terjadi secara sementara, menurut Deputy Chief Investment Officer (CIO) Mandiri Manajemen Investasi Aldo Perkasa. Aldo menyatakan bahwa efek dari Corona ini akan berefek paling parah pada kuartal pertama. Masih ada juga kemungkinan imbas tersebut terbawa sampai ke kuartal kedua. Namun, jika melihat dari pola penyaberan virus SARS, kemungkinan virus akan mereda pada saat musim panas. Kemungkinan bisnis akan bergerak lancar kembali ada pada kuartal tiga dan empat, walaupun pada kuartal satu dan dua terlihat layu.

Lebih lagi, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani sudah menyiapkan berbagai macam strategi untuk menanggulangi efek Corona terhadap ekonomi Indonesia. Strategi tersebut antara lain adalah potongan harga tiket pesawat dan penambahan anggaran kartu sembako sejumlah Rp.50.000. Terlebih lagi, bendahara negara sedang menganalisis opsi penundaan pungutan Pajak Penghasilan (PPh) pasal 21. Hal ini dilakukan untuk mengurangi dampak meluasnya pandemik virus Corona di Indonesia.

Baca Juga  5 Cara Investasi Emas yang Menguntungkan

Seiring dengan keputusan tersebut, bank sentral juga menurunkan tingkat suku bunga acuan sejumlah 2 basis poin (bps) ke 4,75%. BI juga menyusutkan rasio giro wajib minimum (GWM) valuta asing bank umum konvensional. Rasio GMW sekarang menjadi 4% dari Dana Pihak Ketika (DPK) yang sebelumnya adalah 8%. Lebih lagi, GMW rupiah juga diturunkan sebanyak 50 bps. Awalnya GMW berada di 5,5%, sekarang menjadi 5% untuk perbankan yang mengalirkan pendanaan ekspor impor.

Aldo menyatakan bahwa stimulus tersebut dapat menahan kemerosotan ekonomi dampak dari virus Corona. Akan tetapi, pada kuartal satu dan dua, dia memprediksi jika pasar saham masih fluktuatif.

Selain itu, Aldo juga yakin bahwa virus corona sudah mulai mereda di Indonesia. Kondisi ini ditunjukkan dengan recovery rate pasien Corona yang lebih dari 50%.

Rupiah Tembus Rp15.000

Rupiah Kembali Layu ke Rp14.212

Penentu Kesuksesan Trading

4 Hal Dasar Penentu Kesuksesan Trading