in , ,

Pilihan Saham di Tengah Badai Corona

Bursa saham Asia membaik

Banyak investor yang bingung akan pilihan saham di tengah virus Corona yang menghantui perkembangan eknomi global. Para investor di Indonesia juga terkena dampak dari virus Corona ini. Sebagai contoh, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tidak stabil sejak mewabahnya virus ini.

Menurut data dari John Hopkins CSSE, sudah tercatat 110.041 kasus Corona hingga hari Senin (9/3). Virus ini sudah merenggut 3.825 korban jiwa.

Founder dari LBP Institute Lucky Bayu Purnomo memprediksi pergerakan IHSG pada minggu ini masih akan melambat. Para investor masih bersikap melihat dan menunggu atau wait and see sembari melihat perkembangan kasus wabah Corona.

Lucky juga mengungkapkan bahwa sentimen positif untuk IHSG masih sedikit. Pasar juga tidak bisa dipaksa, dan ifonya tidak bisa dicari lebih jauh lagi. Oleh karena itu, kondisi pasar masih dalam fase wait and see.

Sejak bulan Februari kemarin, pertahanan IHSG perlahan-lahan roboh. Sampai-sampai tren negatif masih saja berlanjut hingga perdagangan pada awal Maret ini. Saat perdagangan Jumat (6/3), IHSG ditutup dalam keadaan melemah 2,48% persen atau pada level 5.498. Untuk komparasi, tahun ini IHSG dibuka pada level 6.283.

Baca Juga  Sebelum Beli Klub Italia, Kekayaan Grup Djarum 504 Triliun

Pasar saham yang tidak bagus membuat para investor untuk berpikir lebih jauh. Banyak investor menaruh dana investasi mereka ke safe haven atau aset rendah risiko, seperti emas. Buktinya, ada aksi jual beli sebesar Rp1,76 trilliun pada seminggu kemarin. Namun, harga emas gram Antam melambung hingga ke Rp842 ribu pada Sabtu (7/3).

Untuk informasi, harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam ada di titik Rp.842 ribu pada Sabtu (7/3) kemarin. Harga ini naik Rp5.000 dari harga pada Jumat (6/3) yaitu Rp837 ribu. Kenaikan harga yang terjadi cukuplah besar sejak pembukaan pada awal tahun. Pada awal tahun, harga emas Antam tertekan di posisi Rp762 ribu per gram.

Oleh karena itu pilihan saham menurut Lucky adalah saham yang punya produk turunan, contohnya batu bara atau emas.

Rupiah Tembus Rp15.000

Rupiah Tertekan Hingga Rp14.283 Akibat Corona

Bursa saham Selandia Baru

IHSG Merosot Jauh ke Level 5.279