in , ,

Wall Street Futures Merosot Akibat Perang Harga Minyak

IHSG diprediksi merosot

Wall Street Futures merosot lebih dari 4 persen pada perdagangan Senin (9/3). Hal ini diakibatkan oleh mewabahnya virus Corona secara global dan adanya perang harga minyak mentah.

Pukul 11:11 WIB, indeks Dow Jones Futures menurun hampir 1.200 poin atau 4,64 persen. Sementara itu S&P 500 futures dan Nasdaq futures juga mengalami terjun bebas masing-masing 4,89 persen dan 4,82 persen.

Indeks Wall Street futures merosot adalah indikasi bahwa bursa saham AS akan dibuka dalam keadaan anjok saat dibukanya perdagangan pasar AS.

Meluasnya wabah virus Corona diluar China mengakibatkan memburuknya sentimen pelaku pasar. Menurut data dari Johns Hopkins CSSE pada hari ini sudah terjadi 110.041 kasus dan sudah memakan 3.825 korban jiwa.

Kasus virus Corona juga meningkat di negara-negara luar China seperti Korea Selatan, Jepang, Italia, Perancis, hingga Amerika Serikat. Bahkan beberapa negara bagian seperti New York dan California menyatakan kondisi darurat Corona.

Faktor Wall Street Futures Merosot

Meluasnya wabah Corona hingga ke Amerika Serikat ini mengakibatkan liarnya pergerakan bursa saham dalam dua minggu terakhir. Tiga indeks utama Amerika Serikat melaju naik turun dengan persentase yang luar biasa. Sebagai contoh, indeks S&P 500 sudah merosot lebih dari 10 persen dalam dua minggu terakhir.

Baca Juga  IHSG Menguat, Melambung 105 Poin

Selain virus Corona, merosotnya harga minyak mentah juga menjadi pukulan untuk Wall Street. Harga minyak mentah untuk tipe Brent dan West Texas Intermediate (WTI) terjun bebas lebih dari 30 persen. Hal ini terjadi karena negara-negara produsen minyak dan OPEC tidak berhasil mencapai kemufakatan untuk pemangkasan produksi pada minggu lalu.

Pemimpin OPEC, Arab Saudi, sempat mengusulkan untuk memangkas produksi minyak lebih sebesar 1,5 juta barel per hari (bpd). Dalam hal ini OPEC akan memikul 1 juta bpd sedangkan Rusia dan negara lainnya diminta menanggung 500 ribu bpd sisanya. Akan tetapi, Rusia menolak usulan ini dan pertemuan tersebut tidak membuahkan apa-apa.

Secara tidak terduga, Arab Saudi malah memotong harga minyak ekspor sejumlah 10 persen. Hal ini menunjukkan bahwa Arab Saudi sedang menyatakan perang harga kepada Rusia.

Hal ini membuat harga minyak merosot drastis dan memberikan pukulan keras bagi Wall Street.

Pendiri Vital Knowledge, Adam Crisafulli, menyatakan bahwa masalah minyak mentah ini adalah musuh yang lebih besar daripada virus Corona. Menurutnya S&P 500 hampir tidak mungkin untuk bangkit jika harga minyak Brent mengalami kemerosotan secara berkelanjutan.

Baca Juga  Wall Street Membaik, Apakah IHSG Bisa Mengikuti?

 

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 09 Maret 2020

Sejarah Trading Forex yang Harus Diketahui Trader

Sejarah Trading Forex yang Harus Diketahui Trader