in , ,

Wall Street Merosot 7%, Mengapa? (3/10/2020)

Bursa saham Asia membaik

Wall Street merosot hingga 7% adalah pemorosotan terburuk yang terjadi. Hal ini menanggapi pasar saham di Amerika Serikat yang ditutup dengan pelemahan terburuk sejak 2008.

Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan bahwa ketika Wall Street merosot membuat pasar saham di Amerika harus dihentikan selama 15 menit. Hal ini terjadi pada pukul 9.39 a.m. waktu Amerika.

Sampai saat ini banya investor dan pelaku pasar mencari aset safe haven atau aset risiko rendah di tengah maraknya penyebaran virus Corona. Penyeberan virus ini menimbulkan kegelisahan bahwa virus ini akan menghalangi rantai pasokan global dan bisa mengakibatkan resesi untuk perekonomian.

Hingga saat ini banyak pelaku pasar yang berharap akan menurunnya tingkat suku bunga The Fed. turun tidaknya suku bunga The Fed akan ditentukan di FOMC meeting Maret ini.

Bursa Wall Street Merosot

Pagi tadi, tiga indeks utama bursa saham AS mengalami terjun bebas. Dow Jones Industrial Averages mengalami kemerosotan sebesar 7,79%, S&P 500 merosot 7,59% dan Nasdaq Composite tersungkur 7,29%. Kemerosotan ini adalah koreksi harian termasif sejak Desember 2008.

Baca Juga  Wall Street Membaik, Apakah IHSG Bisa Mengikuti?

Menurut Reliance Sekuritas Indonesia sentimen negatif juga datang dari harga minyak mentah yang amblas 30% dalam sehari. Hal ini terjadi karena aliansi OPEC+ remuk dan tidak berhasil menahan perseteruan pemotongan produksi global yang membuat perseteruan harga antara Arab Saudi dan Rusia.

Terlebih lagi masih ada sentimen negatif lainnya dari langkah intervensi OPEC dan AS dalam kiat untuk menahan aksi risk off dan panic selling.

Dari segi teknis, pelemahan masih mungkin terjadi dan masih tidak ada tanda-tanda pemulihan. Kalaupun ada rebound, penguatan mungkin hanya terjadi di atas titik 5.100.

Berdasarkan pengamatan Artha Sekuritas, investor masih melakukan wait and see dan menunggu adanya sentimen positif dari pasar. Pergerakan pasar masih tidak dapat diprediksi dan rentang pelemahan diprediksi akan mulai terbatas.

 

Sejarah Trading Forex yang Harus Diketahui Trader

Sejarah Trading Forex yang Harus Diketahui Trader (3)

Cara yang paling mudah untuk kembali menguatkan nilai rupiah adalah  adalah dengan menghindari membeli produk impor dan berpindah membeli produk asli dalam negeri

Tertular Corona, Rupiah Merosot ke Rp14.396