in , ,

IHSG Rebound, Investor Kembali Lega

update IHSG

Pada awal perdagangan Selasa (10/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound. IHSG mengalami peningkatan sebesar 2,2% dan sekarang ada di posisi 5.251,96. Kiat-kiat yang dilakukanBursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dianggap lumayan ampuh menahan tekanan jual di pasar saham.

Pada pukul 10.00 WIB hari ini, transaksi yang terjadi bursa sudah mencapai Rp1,34 triliun dari 1,34 miliar saham yang diperjualbelikan. Selain IHSG rebound, ada juga bursa saham lain di Asia yang menguat. Sebagai contoh indeks Hang Seng mengalami penguatan sebesar 0,16%.

Penyebab IHSG Rebound

Kepala Riset PT Kresna Sekuritas Robertus Yanuar Hardy menyatakan bahwa kepercayaan investor kembali membaik. Padahal sebelumnya banyak investor yang tidak percaya karena maraknya wabah Corona dan merosotnya harga minyak dunia.

Yanuar juga menegaskan bahwa indikasi ini mulai muncul ketika harga minyak Brent turun dari US$36 ke US$31 per barel.

Yanuar juga megatakan bahwa kepercayaan investor sudah mulai kembali membaik bersamaan dengan meredanya tekanan jual.

Baca Juga  IHSG Dibuka dalam Keadaan Meroket

Kim Kwie Sjamsudin, Head of Equity Research PT BNI Sekuritas, mengungkapkan bahwa kebijakan BEI menjadi sentimen positif yang direspon pelaku pasar. Kebijakan BEI yang dimaksud adalah penerapan auto rejection asimetris dan OJK yang mengizinkan buyback saham tanpa Rapat umum Pemegang Saham (RUPS).

Auto Reject Asimetris adalah margin penolakan sistem perdagangan yang batas atas dan batas bawah saham tidak sama.

Sejak hari ini BEI mengimplementasikan kebijakan penurunan maksimal harga saham sebesar 10% dalam 1 hari. Bila harga saham tersebut merosot lebih dari 10%, maka auto rejection bawah akan dilakukan. Sedangkan untuk auto reject atas masih sama seperti sebelumnya, yaitu 20%-35% selaras dengan fraksi harga.

Kim juga menambahkan bahwa banyaknya berita tentang buyback saham membantu peningkatan akan sentimen pasar.

Di sisi lain, Head of Research PT MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengungkapkan jika penguatan IHSG masih technical rebound. Edwin mengatakan jika IHSG masih bisa merosot di bawah level psikologis 5.000. Hal ini terjadi karena adanya perang harga minyak antara Arab Saudi dan Rusia dan penyebaran virus Corona.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 06 Mei 2020

Edwin juga berpesan bahwa technical rebound ini bersifat sementara saja. IHSG masih ada peluang untuk merosot dibawah level 5000.

Harga emas kembali meningkat

Emas Antam Merosot Rp10.000/gram, Mengapa?

broker forex tickmill

Review Broker: Tickmill Forex Broker